JAKARTA (Sketsa.co) — Konon kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa perempuan/istri seperti puncak gunung es.
Dengan kata lain, jumlah kasus yang dilaporkan dan diproses secara hukum jauh lebih kecil dari jumlah peristiwa yang sebenarnya terjadi.
Jika seorang perempuan mengalami KDRT, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:
Cari tempat yang aman: Jika situasi menjadi tidak aman, segera cari tempat yang aman untuk sementara waktu. Ini bisa termasuk pergi ke rumah saudara atau teman dekat, atau menginap di tempat perlindungan bagi korban KDRT yang disediakan oleh lembaga pemerintah atau LSM.
Laporkan kejadian: Laporkan kejadian KDRT ke pihak kepolisian atau lembaga yang menangani kasus KDRT. Mereka dapat memberikan bantuan dan perlindungan, serta memproses pelaku kejahatan.
Dapatkan dukungan emosional: KDRT dapat sangat traumatik, dan penting bagi korban untuk mendapatkan dukungan emosional. Bicaralah dengan teman atau keluarga dekat, atau cari dukungan dari lembaga konseling atau psikolog.
Cari bantuan hukum: Korban KDRT dapat membutuhkan bantuan hukum untuk melindungi hak-hak mereka dan memproses pelaku kejahatan. Carilah bantuan dari lembaga hukum atau advokat yang berpengalaman dalam kasus KDRT.
Pelajari tentang KDRT: Pelajari lebih lanjut tentang KDRT, termasuk hak-hak Anda sebagai korban dan sumber daya yang tersedia bagi mereka yang mengalami KDRT. Ini dapat membantu Anda mengambil keputusan yang tepat dan melindungi diri Anda dengan lebih efektif di masa depan.
Baca juga: Mengapa Pelaku KDRT Lebih Banyak Pria?
Ingatlah bahwa KDRT adalah tindakan kriminal yang tidak dapat diterima, dan Anda tidak sendirian. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu korban KDRT, dan penting untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang yang Anda cintai.

