Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Gali Lobang Tutup Lobang…No Way!
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Gali Lobang Tutup Lobang…No Way!
Finansial

Gali Lobang Tutup Lobang…No Way!

Perencanaan keuangan, khususnya dalam masalah manajemen utang, menjadi sangat dibutuhkan.

Last updated: Rabu, 18 Januari 2023, 5:40 PM
By Fajar Cahaya
Share
5 Min Read
Foto/Istimewa
SHARE

Seri Perencanaan Finansial

JAKARTA (Sketsa.co) — Masalah utang yang berkepanjangan terkadang timbul di luar kontrol Anda. Meninggalnya pasangan bisa menjadi penyebabnya, atau perubahan drastis penghasilan keluarga.  Karena pemutusan hubungan kerja (PHK) juga bisa. Tapi prinsipnya tetap: Gali lobang tutup lobang…No way!

Kesulitan atau hambatan dalam permasalahan keuangan, khususnya utang, baik dalam kontrol maupun tidak, saat ini sering kali terjadi dan berpotensi merusak kestabilan keuangan keluarga. Perencanaan keuangan khsususnya dalam masalah utang menjadi sangat dibutuhkan.

Seringkali Anda tidak dapat melihat dan merasakan tanda-tanda yang harus diwaspadai sampai setelah keadaan menjadi krisis. Demikian yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Biasanya kesulitan keuangan tidak datang mendadak, tapi hal itu terjadi akibat akumulasi dari berbagai masalah yang tidak disikapi dengan bijak.

Oleh karena itu, perlu mewaspadai beberapa kejadian seperti di bawah ini sebagai tes awal yang mungkin dapat membantu Anda mengenali lebih dini masalah tersebut dan dapat kembali berjalan di jalur yang benar.

  1. Anda mengonsolidasi utang dengan kredit baru berbunga lebih tinggi.
  2. Pekerjaan Anda menjadi terganggu karena masalah utang yang tidak habis-habisnya.
  3. Anda merasakan ketakutan yang dalam bila terkena musibah pemutusan hubungan kerja (PHK), walau untuk dapat mempertahankan kehidupan dalam jangka pendek.
  4. Anda bekerja ekstra, bukan karena Anda senang bekerja 16 jam sehari, tapi karena kebutuhan yang harus dipenuhi.
  5. Anda membayar minimum semua tagihan yang datang setiap bulan, malah kadang terabaikan.
  6. Anda panik karena harus membayar atau mengeluarkan kebutuhan yang mendadak seperti misalnya memperbaiki mobil.

Bila Anda menemukan beberapa kenyataan di atas, maka sangat mungkin keadaan keuangan Anda, khususnya utang, bisa menjadi problem di masa datang.

Rasio Utang

Satu hal lagi yang bisa menjadi tolok ukur Anda dalam mengantisipasi utang yang mungkin bermasalah adalah dengan menghitung rasio utang terhadap pendapatan (debt to income ratio). Rasio ini menghitung berapa besar pembayaran utang yang harus Anda keluarkan setiap bulan dibandingkan dengan penghasilan Anda.

Misalkan penghasilan bulanan Anda adalah Rp10 juta dan cicilan kredit yang harus Anda bayarkan (selain KPR) adalah sebesar Rp2 juta, maka rasio utang terhadap pendapatan Anda adalah 20 persen (Rp2 juta/ Rp10 juta).

Berapa nilai rasio tersebut yang sebaiknya dimiliki oleh keluarga? Dalam hal ini semakin kecil akan semakin baik. Bila rasio utang terhadap pendapatan Anda adalah 20 persen, maka nilai ini adalah nilai wajar. Bila nilai ini lebih besar dari 20 persen, maka hal ini bisa menjadi indikator akan kemungkinan masalah di kemudian hari. Perhatikan juga nilai ini dalam melihat utang yang Anda miliki.

Baca juga: Berapakah kekayaan Anda sebenarnya?

Sebelum lebih jauh membahas perihal langkah menuju kehidupan yang terbebas dari utang, ada baiknya Anda mengetahui hal mendasar mengenai utang. Utang bagaikan pedang, yang memiliki dua sisi, sisi tajam dan tumpul. Agar Anda tidak tersayat oleh sisi tajam, ingat aturan sederhana ini: sebaiknya Anda meminjam untuk investasi yang berkemungkinan besar dapat tumbuh berkembang, tetapi hindari utang untuk hal-hal konsumtif dan berdepresiasi.

Jadi, dilihat dari unsur utang itu sendiri, dapat disimpulkan bahwa ada utang baik dan utang buruk. Utang buruk adalah utang dengan bunga yang tinggi (selalu saja demikian) dan untuk membeli aset-aset yang tidak produktif. contohnya adalah utang individu atau personal loans yang banyak ditawarkan belakangan ini dengan bunga yang relatif murah atau utang kendaraan.

Mungkin Anda bertanya mengapa utang kendaraan buruk? Hal ini berkaitan dengan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Bila keputusan untuk berutang kendaraan berdasarkan kebutuhan akan alat transportasi guna mempermudah Anda maka itu hal yang baik. Akan tetapi bila berutang hanya karena keinginan untuk memiliki mobil kedua, ketiga maka hal ini yang disebut utang buruk.

Sedangkan utang baik adalah utang yang dalam jangka panjang akan memberikan hasil dari utang yang Anda ambil. Misalnya, Anda berutang untuk membeli ruko. Dan dalam beberapa bulan ke depan Anda dapat menyewakannya, maka secara langsung Anda mendapatkan dari utang yang Anda lakukan lebih baik lagi bila hasil sewa bisa lebih besar dari besarnya cicilan bulanan dan modal dasar. Dengan demikian, di akhir masa kredit, Anda mendapatkan nilai aset produktif yang menghasilkan pendapatan regular bagi keuangan Anda.

 

You Might Also Like

Apa Kabar Industri Kripto Iran

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.

Isu Kenaikan Gaji PNS Belum Pasti

Lakukan Pelanggaran, OJK Beri Sanksi Administratif ke Bank Neo Commerce

TAGGED: gali lobang tutup lobang, manajemen utang, perencanaan finansial, utang
Fajar Cahaya 18 Januari 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Richard Eliezer Dintuntut 12 Tahun Penjara, Putri Candrawathi 8 Tahun
Next Article Ridwan Kamil Bakal Jadi Magnet Baru Partai Golkar
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?