JAKARTA (Sketsa.co) — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sejak Rabu sore (18/1/2023) resmi bergabung dengan Partai Golkar. Bertempat di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, selain mengenakan jaket kuning Golkar, Ridwan Kamil juga mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Golkar yang diberikan langsung oleh Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Akankah Ridwan Kamil bakal jadi magnet baru Partai Golkar?
Tak pelak lagi, manuver Ridwan Kamil (RK) bergabung dengan Partai Golkar tak lepas dari kalkulasi politik menghadapi Pemilu 2024, termasuk pilpres. Bahwa bergabung ke dalam satu partai politik—terutama partai yang relatif besar dan mapan—tentu lebih menjamin kepastian dalam menapaki karir politik di tingkat nasional.
Selama ini, nama RK masuk dalam daftar segelintir tokoh yang disebut-sebut memiliki kans cukup besar untuk bisa ikut berlaga di kontestasi Pilpres 2024. Hasil survei Litbang Kompas tentang elektabilitas (tingkat keterpilihan) nama-nama kandidat calon presiden yang dirilis pada 26 Oktober 2022 lalu misalnya, menyebutkan RK menyodok ke posisi keempat.
RK tampil sebagai kandidat capres yang paling banyak dipilih oleh generasi centennial atau gen Z dengan meraih 10,4 persen. Angka ini naik dari raihan sebelumnya sebesar 6,3 persen.
Sementara nama yang tampil di ranking pertama adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang meraup dukungan 28,1 persen dari gen Z. Disusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 16,6 persen, dan berikutnya Anies Baswedan 13,3 persen di posisi ketiga.
Sebelumnya, hasil survei Poltracking Indonesia yang dirilis pada 31 Agustus 2022, memunculkan nama RK sebagai kandidat calon wakil presiden dengan elektabilitas tertinggi di antara 10 nama. RK meraih 12,6 persen, disusul Sandiaga Salahudin Uno dengan 11,9 persen, lalu Agus Harimurti Yudhoyono 11,7 persen, dan Erick Thohir sebesar 10, 8 persen.
Dengan dua hasil survei tersebut, tampak sekali trend elektabilitas RK makin moncer dari waktu ke waktu baik untuk kandidat capres maupun untuk kandidat cawapres. Tentu ini merupakan kabar baik dan menjadi modal awal penting baginya untuk kian diperhitungkan dalam penentuan bakal capres-cawapres di kalangan partai politik.
RK sendiri tampak santai menanggapi peluang dirinya untuk maju dalam bursa Pilpres 2024. “Jika ada takdir…,” katanya suatu waktu.
Sebagian pengamat meyakini RK bisa menjadi penentu kemenangan kandidat capres yang berlaga di pilpres mendatang. Dengan potensi dukungan masyarakat Jabar sebagai provinsi yang memiliki jumlah pemilih hampir 20% dari total populasi pemilih, menggandeng RK sebagai kandidat cawapres tentu memiliki nilai tambah tersendiri dan bisa memberikan magnet elektoral besar untuk memenangkan kontestasi.
Dalam perspektif kepartaian, masuknya RK tentu akan menjadi magnet baru Partai Golkar. Sangat masuk akal kalau kehadiran RK berpotensi menaikkan perolehan suara partai beringin di kantong suara Jabar. Ini artinya RK akan menjadi magnet baru bagi Partai Golkar.
Meski berpeluang masuk bursa pilpres, namun RK sendiri memastikan akan aktif menarasikan Airlangga Hartarto sebagai kandidat capres Partai Golkar. Seperti diketahui, kendati baru bergabung, RK langsung didapuk Airlangga sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar.
Ridwan Kamil Bakal Jadi Magnet Baru Partai Golkar
Dengan bergabung ke partai besar dan mapan, tentu lebih menjamin kepastian RK dalam menapaki karir politik di tingkat nasional.

Leave a comment
