JAKARTA (Sketsa.co) – Karena hambatan distribusi yang menyebabkan kesulitan pasokan bahan bakar minyak (BBM), Kota Agats di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, sejak 2007 mulai beralih menggunakan kendaraan listrik (electric vehicle).
“Pemerintah pusat dapat memberikan penghargaan bagi Kab. Asmat yang sudah membantu mengurangi penggunaan BBM,” papar Djoko Setijowarno, pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata, Semarang, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/1/2023).
Menurut dia, daerah-daerah lain di Indonesia yang kesulitan distribusi BBM dapat mencontoh Kab. Asmat dengan beralih menggunakan kendaraan listrik. “Kendaraan listrik dapat digunakan untuk transportasi lokal,” katanya.
Baca juga: 4.000 Kendaraan Listrik Lalu Lalang di Kota Agats, Papua Selatan.
Djoko mengatakan rencana Kementerian Perindustrian memberikan subsidi mobil hybrid sebesar Rp 40 juta, mobil listrik berbasis baterai Rp 80 juta, motor listrik Rp 8 juta, dan motor listrik hasil konversi Rp5 juta, sebaiknya tidak diberikan untuk konsumen kendaraan listrik di perkotaan, apalagi di Pulau Jawa.
“Berikanlah ke daerah-daerah yang kesulitan mendapatkan BBM. Sarankan warganya menggunakan kendaraan listrik untuk mobilitas lokalnya,” paparnya.
Pengajar di Program Studi Teknik Sipil, Unika Soegijapranata, itu menyebutkan untuk kawasan perkotaan, subsidi kendaraan lisrtik sebaiknya diberikan guna membenahi transportasi umum dengan menggunakan bus listrik.

