JAKARTA (Sketsa.co) – Lieus Sungkharisma, aktivis sosial berdarah Tionghoa, menghembuskan nafas terakhir pada Selasa, 24 Januari 2023 dalam perawatan di RS Pondok Indah, Bintaro, Tangerang Selatan.
Sebelum meninggal dunia, Lieus dikabarkan mengalami serangan jantung mendadak. Pria berpembawaan energik dan periang itu berpulang pada usia 63 tahun.
Terlahir sebagai Li Xue Xiung pada 11 oktober 1959, sosok bertubuh besar itu sejak muda telah berkiprah dalam dunia aktivisme di Tanah Air. Dia memiliki riwayat keterlibatan dalam beragam organisasi, antara lain pernah menjadi pendiri dan sekaligus Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti), Wakil Bendahara Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia/SOKSI) periode 1986-1991, salah satu Ketua DPP Angkatan Muda Pembaruan Indonesia/AMPI dan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia/KNPI.
Pada 1985, Lieus pernah menjadi Ketua Umum Generasi Muda Buddhis Indonesia (Gemabuddhi), Ketua Perhimpunan Pengusaha Tionghoa DKI Jakarta dan Ketua Umum Multi Culture Society, sekaligus Wakil Presiden The World Peace Committee.
Saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta melanjutkan periode jabatan Gubernur Joko Widodo yang terpilih dan dilantik menjadi Presiden RI pada 2014, Lieus dikenal kerap melontarkan kritik dan bersuara tajam terhadap Ahok dan beberapa kebijakannya sebagai gubernur.
Lieus dikenal luwes dalam pergaulan dan bisa masuk ke banyak lingkaran beragam aktivis sosial dan politik, terutama di kalangan yang kritis terhadap pemerintah. Lieus, misalnya, diketahui punya hubungan baik dengan sosok seperti Rizieq Shihab, pendiri dan tokoh sentral bekas ormas Front Pembela Islam (FPI).
Di sebagian kalangan warga Tionghoa, Lieus Sungkharisma dianggap sebagai sosok kontroversial karena sikapnya yang acapkali “berseberangan” dengan pemerintahan Jokowi.
Jenazah Lieus kini disemayamkan di Rumah Duka Heaven, Pluit, Jakarta Utara dan selanjutanya akan dikremasi.
Selamat jalan, Koh Lieus…

