JAKARTA: Pengusaha Ivan Sugianto telah menyampaikan permintaan maafnya melalui rekaman video atas tindakan intimidasi terhadap seorang siswa SMA Kristen Gloria 2, Surabaya, yang berinisial EN. Dalam video berdurasi 2 menit 33 detik tersebut, Ivan menyesali perbuatannya yang membuat EN harus bersujud dan menggonggong, sebuah tindakan yang menuai kecaman luas dari masyarakat Indonesia.
Dalam video itu, Ivan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah SMAK Gloria, kepada EN beserta keluarganya, dan kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi akibat perbuatannya. Ia menjelaskan bahwa selama ini memilih diam untuk introspeksi diri dan berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik.
Ivan juga menyatakan akan menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya sebagai bentuk tanggung jawab atas perbuatannya dan berharap masyarakat, terutama warga Surabaya, dapat memaafkan kesalahannya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarganya, terutama istri dan anaknya, atas aib yang mereka alami akibat tindakannya.
Kasus ini mulai menjadi sorotan publik setelah video aksi intimidasi tersebut viral. Menurut laporan sekuriti SMAK Gloria 2, peristiwa itu terjadi pada Senin (21/10) sore setelah jam pulang sekolah.
Ira Maria, ibu EN, mengaku terpukul.
Sebelumnya, EN mengalami intimidasi karena diduga sudah menyebut rambut anak Ivan, yakni EL, seperti anjing ras pudel. Dia pun dipaksa Ivan untuk meminta maaf dengan sujud dan menggonggong.
“Anak saya di depan orang banyak sujud dan menggonggong saya tidak bisa [menerima],” kata Ira saat ditemui di kediamannya, Surabaya, Kamis (14/11).

