Fenomena ini dikenal sebagai sinkhole, yang biasanya terbentuk di wilayah dengan batuan kapur. Koordinator Mitigasi Gempa dan Tsunami PVMBG, Supartoyo, menjelaskan bahwa sinkhole terjadi akibat pelarutan batu kapur yang mungkin mengalami patahan. Ahli geologi UGM, Wahyu Wilopo, menambahkan bahwa kawasan karst di Jawa Timur memang rentan terhadap sinkhole, terutama daerah dengan batuan kapur yang mudah larut oleh air.
Jawa Timur termasuk wilayah yang banyak memiliki topografi karst, mulai dari Yogyakarta hingga Blitar. Proses karstifikasi yang terus menerus terjadi, di mana batu kapur larut oleh air, menyebabkan pembentukan gua bawah tanah yang dapat memicu munculnya sinkhole di permukaan. Fenomena ini kerap terlihat di musim hujan, saat air hujan meresap ke tanah dan mempercepat pelarutan batuan kapur.
Eko Soebowo, Peneliti Utama di BRIN, menjelaskan bahwa sinkhole biasanya terlihat lebih sering saat musim hujan karena air hujan mempercepat pelarutan batuan kapur. Batu kapur tersebar luas di Indonesia, termasuk di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua, sehingga potensi sinkhole perlu diperhatikan. Pemerintah juga berencana mengirim tim untuk mempelajari lebih lanjut fenomena ini, terutama di wilayah Blitar, guna mendukung mitigasi bencana.