JAKARTA (Sketsa.co) — Sering kali perempuan atau seorang istri menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berulang kali tanpa berdaya melakukan perlawanan.
Sebenarnya, hal itu sejak awal bisa diantisipasi jika perempuan mengetahui dan memahami ciri-ciri pria yang ketika menjadi pasangan hidup berpotensi melakukan KDRT.
Berikut tanda-tanda atau ciri-ciri pria atau suami yang berpotensi melakukan KDRT.
Mengontrol pasangan: Pria yang berpotensi melakukan KDRT cenderung ingin mengontrol pasangannya, termasuk kehidupan sosial, pekerjaan, dan keuangan. Dia mungkin juga cenderung mengkritik pasangannya secara berlebihan dan tidak membiarkannya membuat keputusan sendiri.
Menunjukkan perilaku agresif: Pria yang berpotensi melakukan KDRT dapat menunjukkan perilaku agresif, termasuk mengancam, melempar benda, atau memukul. Dia mungkin juga sering marah atau mudah tersinggung.
Memiliki riwayat kekerasan: Pria yang telah melakukan kekerasan sebelumnya dalam hubungan sebelumnya atau dalam kehidupan keluarganya dapat berpotensi melakukan KDRT pada pasangannya.
Memiliki sikap yang meremehkan dan merendahkan pasangan: Pria yang berpotensi melakukan KDRT dapat memiliki sikap meremehkan dan merendahkan pasangannya. Dia mungkin menganggap bahwa pasangannya tidak cukup pintar atau tidak cukup berharga.
Baca juga: Mengapa Pelaku KDRT Lebih Banyak Pria?
Tidak bisa mengontrol emosi: Pria yang berpotensi melakukan KDRT mungkin sulit mengontrol emosinya, terutama ketika sedang marah atau frustrasi.
Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua pria yang menunjukkan tanda-tanda di atas pasti akan melakukan KDRT. Selalu ada pengecualian.
Yang tak kalah penting, segera dapatkan bantuan profesional jika merasa khawatir atau terlibat dalam situasi KDRT.

