JAKARTA (Sketsa.co) — Down syndrome (DS) adalah suatu kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya salinan tambahan kromosom ke-21 pada setiap sel tubuh.
Gejala utama penyandang DS meliputi:
- Keterlambatan perkembangan motorik dan kognitif
- Bentuk wajah yang khas, dengan mata yang cenderung miring ke atas (menyipit) dan sudut mulut yang cenderung turun
- Ukuran kepala yang lebih kecil dari rata-rata
- Kepala yang bulat dan leher yang pendek
- Gangguan kesehatan seperti masalah jantung, pendengaran, penglihatan, dan sistem pencernaan
Penyebab dari DS adalah terjadinya kesalahan saat pembentukan sel telur atau sperma pada saat pembuahan. Kromosom ke-21 yang seharusnya ada dua salinan, namun pada kasus DS terdapat tiga salinan.
Terapi untuk penyandang DS tergantung pada gejalanya. Terapi fisik, terapi bicara dan terapi pendidikan dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif pada individu dengan kelainan genetik bawaan tersebut.
Baca juga: Pubertas Kedua Hanyalah Mitos
Selain itu, perawatan medis juga diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang terkait dengan kondisi anak yang menyandang DS.
Penting untuk diingat bahwa individu dengan DS adalah individu yang unik dan mampu berkontribusi dalam masyarakat.
Oleh karena itu, dukungan keluarga, teman, dan masyarakat sangat penting dalam membantu individu dengan DS mencapai potensinya yang penuh.

