JAKARTA (Sketsa.co) — Pubertas kedua baik pada pria maupun wanita dewasa sesungguhnya tidak benar-benar terjadi. Itu hanyalah mitos belaka.
Pada dasarnya pubertas adalah periode pertumbuhan dan perkembangan seksual yang terjadi selama masa remaja dan berakhir ketika seseorang mencapai dewasa.
Namun, beberapa perubahan hormonal dan fisik mungkin terjadi pada pria dewasa, seperti penurunan kadar testosteron dan perubahan pada massa otot dan lemak tubuh.
Perubahan-perubahan tersebut dapat terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia.
Terkhusus bagi wanita, beberapa perubahan hormonal dan fisik mungkin terjadi pada wanita dewasa, seperti perubahan pada siklus menstruasi, penurunan kadar hormon estrogen, dan perubahan pada massa otot dan lemak tubuh.
Perubahan-perubahan itu dapat terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia dan bisa menjadi tanda-tanda menopause pada wanita yang mengalami penurunan hormon reproduksi.
Tidak Ilmiah
Dengan demikian, tidak ada konsep pubertas kedua yang diakui secara ilmiah. Konsep pubertas kedua hanyalah mitos.
Pubertas adalah proses perkembangan fisik dan seksual yang terjadi pada masa remaja dan awal dewasa. Selama pubertas, terjadi perubahan hormonal dan perkembangan organ seksual sekunder, seperti pertumbuhan payudara pada perempuan dan perkembangan penis pada laki-laki.
Baca juga: Ciri-ciri Pasangan Hidup Ideal
Setelah pubertas selesai, tubuh masih mengalami perubahan seiring bertambahnya usia, seperti penurunan kadar hormon seksual, penurunan massa otot, dan peningkatan kadar lemak tubuh. Namun, perubahan-perubahan ini bukanlah bagian dari pubertas kedua, melainkan proses penuaan yang normal.
Oleh karena itu, mitos tentang pubertas kedua tidak memiliki dasar ilmiah dan sebaiknya tidak dipercayai. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang perubahan fisik Anda, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan yang lebih tepat.

