Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Info Penting Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis, Cuci Darah Bisa Dilakukan Mandiri di Rumah
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Info Penting Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis, Cuci Darah Bisa Dilakukan Mandiri di Rumah
FeaturedKesehatan

Info Penting Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronis, Cuci Darah Bisa Dilakukan Mandiri di Rumah

CAPD atau Cuci Darah Mandiri adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut oleh pasien atau keluarga pasien di rumah sendiri

Last updated: Selasa, 7 Maret 2023, 2:40 PM
By Raka Morris
Share
3 Min Read
Gagal Ginjal, Cuci Darah Mandiri, Cuci darah di rumah, CAPD, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, Terapi Cuci Darah, Hemodialisis, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, KPCDI
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) – Di Indonesia tercatat ada sekitar 739.000 warga didiagnosis mengidap gagal ginjal kronis. Pasien gagal ginjal kronis (GGK) ini hanya bisa hidup normal kembali jika melakukan cangkok ginjal alias terapi penggantian ginjal.

Namun cangkok ginjal sangat susah dilakukan dan biayanya sangat mahal. Untuk itu,  pasien gagal ginjal kronis harus melakukan terapi hemodialisis atau cuci darah di rumah sakit yang membutuhkan waktu berjam-jam sekali cuci darah.

Pasien Gagal Ginjal Bisa Cuci Darah Mandiri di Rumah

Namun, seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi kedokteran, kini dimungkinkan pasien gagal ginjal kronis melakukan cuci darah mandiri di rumah.

“Pasien bisa cuci darah mandiri atau CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis). Pasien bisa melakukan di rumah dan sangat bermanfaat bagi pasien terutama bagi pasien yang rumahnya jauh dari fasilitas kesehatan,” kata dokter konsultan ginjal hipertensi  Wachid Putranto, Sp.PD-KGH, FINASIM dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dalam konferensi pers Hari Ginjal Sedunia, Selasa (7/3/2023).

Adapun terapi cuci darah atau hemodialisis merupakan tindakan untuk membersihkan racun-racun dan mengeluarkan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh. Hemodialisis biasanya dilakukan 2-3 kali sepekan di rumah sakit.

Baca juga:

Ingin Membuat Makanan Cepat Saji Jadi Lebih Sehat? Ini Tipsnya

Manfaat Tanaman Keji Beling untuk Kesehatan

Subsidi Motor Listrik Beneren Ada Loh, Tapi Ada Syaratnya

Sementara CAPD atau Cuci Darah Mandiri adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut oleh pasien atau keluarga pasien di rumah sendiri. Proses ini memanfaatkan selaput dalam rongga perut yang memiliki banyak jaringan pembuluh darah sebagai filter alami pengganti ginjal, dalam menyaring zat sisa.

“CAPD itu bisa dilakukan mandiri di rumah. Jadi pasien baru datang sekali sebulan ke rumah sakit untuk mengambil cairannya. Proses CAPD bisa dilakukan pasien sendiri. Nanti ada cairan yang dimasukkan ke perut lewat kateter,” lanjut dr Wachid.

Dikutip dari Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), CAPD bekerja dengan menggunakan alat distribusi cairan dan saluran keluar-masuk cairan yang dipasangkan di rongga perut. Cairan dialisis dimasukkan ke dalam rongga perut melalui alat tadi, yang akan bekerja menyerap zat sisa dan racun tubuh.

Setelah 4-6 jam, cairan itu dikeluarkan kembali, sekaligus diganti dengan cairan yang baru. Proses CAPD dilakukan setiap hari dengan intensitas empat kali sehari. Proses ini bisa dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumah namun dengan pengarahan tenaga kesehatan.

You Might Also Like

Awas! Campak Bisa Berakibat Fatal untuk Orang Dewasa

BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Ini Solusi dan Cara Aktivasi Ulang Kepesertaan

Akankah Virus Nipah Jadi Ancaman Pandemi Baru?

5 Jenis Operasi Ini Tidak Ditanggung BPJS Ya!

TAGGED: CAPD, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, Cuci darah di rumah, Cuci Darah Mandiri, gagal ginjal, Hemodialisis, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, KPCDI, Terapi Cuci Darah
Raka Morris 7 Maret 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mengapa PKS Ingin Duetkan Anies-Sandi Lagi?
Next Article Benarkah Nasdem dan PKS Hanya Ingin Manfaatkan Demokrat, Tapi Tolak AHY?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?