JAKARTA: Ivan Sugianto, seorang pengusaha hiburan malam di Surabaya, kembali menjadi sorotan publik setelah insiden memerintahkan seorang siswa untuk sujud dan menggonggong sebagai hukuman atas ejekan terhadap anaknya. Ivan, yang memiliki klub malam bernama Valhalla, telah lama dikritik masyarakat atas dampak usahanya yang dinilai merusak moral generasi muda.
Diskotek Valhalla, yang terletak di Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat, Surabaya, pernah digeruduk oleh massa pada 5 Juni 2024. Federasi Masyarakat Sipil Bersatu (FMSB) melakukan aksi protes di depan klub tersebut karena dianggap beroperasi tanpa izin dan berpotensi merusak moral serta keamanan masyarakat. Aksi ini kemudian disampaikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya.
Tidak hanya itu, netizen mulai menelusuri latar belakang Ivan setelah insiden sujud dan menggonggong ini, dan menemukan bahwa Valhalla sebelumnya pernah menghilang dari media sosial akibat tekanan publik. Kasus ini mengundang kemarahan netizen yang menilai tindakan Ivan sebagai bentuk arogansi.
Selain dikenal sebagai pengusaha, Ivan juga dekat dengan Asosiasi Petinju Indonesia (API) Jawa Timur dan beberapa aparat serta pejabat di Surabaya. Ia adalah ayah dari EMS, siswa SMA CH Surabaya, yang berselisih dengan siswa lain setelah kekalahan dalam pertandingan basket antar sekolah.
Insiden ini memperkuat persepsi negatif publik terhadap Ivan, dengan berbagai pihak mengecam tindakannya yang dinilai sewenang-wenang dan memperparah reputasi usahanya yang dianggap meresahkan masyarakat.

