JAKARTA (Sketsa.co) — Sebagian orangtua mengharapkan anaknya belajar tiga bahasa sekaligus dalam kesehariannya, yakni Indonesia, Inggris dan Mandarin atau Indonesia, Inggris dan Arab.
Pertanyaannya, perlukah anak belajar tiga bahasa tersebut dalam kurun waktu bersamaan?
Semua tergantung pada kebutuhan dan tujuan dari keluarga atau orang tua dalam memberikan pendidikan pada anak.
Namun, ada beberapa alasan mengapa anak belajar tiga bahasa dapat menjadi suatu keuntungan:
Kemampuan berkomunikasi: Dengan menguasai lebih dari satu bahasa, anak akan lebih mudah untuk berkomunikasi dengan orang dari berbagai negara dan budaya yang berbeda.
Kemampuan menyesuaikan diri: Belajar bahasa asing juga dapat membantu anak untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama jika keluarga akan pindah ke negara yang berbicara bahasa yang berbeda.
Meningkatkan peluang karir: Keterampilan bahasa yang luas dapat membuka pintu untuk karir yang lebih baik di masa depan, terutama dalam era globalisasi.
Namun, meskipun belajar tiga bahasa dapat memberikan keuntungan tersebut, perlu diingat bahwa belajar bahasa bukanlah hal yang mudah.
Baca juga: Limbah Teh Celup Punya Banyak Manfaat
Anak akan membutuhkan waktu dan usaha yang lebih banyak untuk mempelajari bahasa yang baru, terutama jika bahasa tersebut sangat berbeda dari bahasa yang sudah dikuasainya.
Selain itu, orang tua perlu memastikan bahwa anak tidak kelelahan atau terbebani oleh tuntutan untuk belajar tiga bahasa.
Namun, mempelajari tiga bahasa secara bersamaan dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama jika anak belum terbiasa dengan bahasa asing.
Hal ini bisa mengakibatkan stres dan frustrasi pada anak, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi motivasinya untuk belajar.

