JAKARTA (Sketsa.co) — Autisme dan down syndrome adalah dua kondisi medis yang berbeda meskipun keduanya dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku seseorang.
Autisme adalah kondisi neurobiologis yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berperilaku secara tepat dalam situasi tertentu.
Penyandang autisme adalah bagian dari kategori penyandang disabilitas. Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan neurobiologis yang dapat memengaruhi kemampuan individu untuk berkomunikasi, berinteraksi sosial, dan berpikir secara abstrak.
ASD dapat mempengaruhi keterampilan sosial, bahasa, komunikasi, dan perilaku seseorang, yang dapat menghalangi kemampuan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penyandang autisme memenuhi kriteria sebagai orang dengan disabilitas dan sering membutuhkan dukungan khusus untuk membantu mereka berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari dan mencapai potensi penuh mereka.
Penderita autisme dapat menunjukkan gejala seperti kesulitan berbicara, sulit memahami bahasa tubuh orang lain, kecemasan dalam berhubungan sosial, dan perilaku yang terulang-ulang.
Sementara itu, down syndrome adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh adanya kromosom ekstra pada pasangan kromosom nomor 21. Hal ini mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak, yang dapat menyebabkan karakteristik fisik khas seperti wajah bulat, mata menyipit, serta kemampuan kognitif yang lebih rendah dari orang biasa.
Bisa Bersamaan
Meskipun kedua kondisi tersebut berbeda, mereka bisa saja terjadi secara bersamaan pada seseorang. Penderita down syndrome memiliki risiko lebih besar untuk mengalami autisme dibandingkan dengan populasi umum, meskipun tidak semua orang dengan down syndrome juga mengalami autisme.
Terkait dengan penanganan untuk anak penyandang autisme dan down syndrome pada prinsipnya mirip, terutama yang berhubungan dengan merangsang kemampuan motoriknya, juga kemampuan wicaranya.
Baca juga: Anak Autis Makin Banyak, Begini Tanda-tanda Autisme
Namun, untuk fasilitas pendidikan, pada umumnya anak penyandang autisme diarahkan untuk masuk ke sekolah inklusi, sedangkan anak penyandang down syndrome biasanya diarahkan untuk masuk sekolah luar biasa (SLB).
Penting untuk diingat bahwa setiap individu dengan down syndrome memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan dapat mencapai tingkat kemandirian yang berbeda pula dengan dukungan dan fasilitasi yang tepat.

