Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Anak Autis Makin Banyak, Begini Tanda-tanda Autisme
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Anak Autis Makin Banyak, Begini Tanda-tanda Autisme
KesehatanPublik

Anak Autis Makin Banyak, Begini Tanda-tanda Autisme

Gejala autisme antara lain kesulitan dalam berinteraksi sosial, seperti tidak menatap mata orang lain, tidak merespons ketika dipanggil nama, dan tidak menunjukkan minat pada aktivitas yang dilakukan orang lain.

Last updated: Sabtu, 8 April 2023, 6:06 AM
By Siti Mutawaliah
Share
3 Min Read
Foto ilustrasi/Istimewa
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Dalam beberapa tahun terakhir, tren angka anak penyandang autisme (autism spectrum disorder/ASD) meningkat di seluruh dunia.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, prevalensi autisme di AS telah meningkat secara signifikan dari sekitar 1 dari 150 anak pada tahun 2000 menjadi 1 dari 54 anak pada tahun 2020.

Namun, meningkatnya jumlah anak dengan autisme tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga di seluruh dunia. Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi pada peningkatan angka ASD adalah:

Pertama, peningkatan kesadaran dan deteksi. Kesadaran tentang ASD telah meningkat di seluruh dunia, yang berarti lebih banyak orang yang menyadari tanda-tanda dan gejala ASD pada anak-anak. Sebagai hasilnya, jumlah kasus yang didiagnosis meningkat.

Kedua, perubahan lingkungan. Beberapa studi menunjukkan bahwa lingkungan yang berubah seperti polusi udara, pemaparan zat kimia dan polutan lain, serta radiasi dapat memengaruhi risiko anak-anak mengembangkan ASD.

Ketiga, faktor genetik. ASD diketahui memiliki faktor genetik yang kuat, dan peningkatan jumlah kasus mungkin juga dipengaruhi oleh peningkatan frekuensi mutasi genetik dan perubahan pada lingkungan epigenetik.

Namun, masih banyak penelitian yang diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan peningkatan jumlah kasus ASD di seluruh dunia.

Tanda-tanda Autisme

Deteksi dini gejala autisme sangatlah penting untuk membantu anak-anak dengan autisme mendapatkan intervensi sejak dini. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang dapat diperhatikan pada anak-anak yang mungkin mengalami autisme:

  1. Keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan komunikasi, seperti kesulitan dalam berbicara, menirukan kata-kata, dan memahami bahasa.
  2. Kesulitan dalam berinteraksi sosial, seperti tidak menatap mata orang lain, tidak merespons ketika dipanggil nama, dan tidak menunjukkan minat pada aktivitas yang dilakukan orang lain.
  3. Keterbatasan minat dan aktivitas, seperti fokus pada satu objek atau kegiatan tertentu dalam jangka waktu yang lama, dan menghindari perubahan rutinitas atau lingkungan baru.
  4. Kesulitan dalam pemrosesan sensorik, seperti kesulitan dalam menangani bau, suara, cahaya, atau rasa yang berlebihan atau tidak sensitif.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Anda Harus Menjauhkan Anak Batita dari Gadget?

Jika Anda mengamati tanda-tanda tersebut pada anak Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli terkait untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu anak Anda.

Ingatlah bahwa deteksi dini dan intervensi yang tepat dapat membantu anak-anak dengan autisme mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi mereka serta memperbaiki kualitas hidup mereka.

 

You Might Also Like

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang

Awas! Campak Bisa Berakibat Fatal untuk Orang Dewasa

Teknologi Blockchain Efektif untuk Pemberantasan Korupsi

BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Ini Solusi dan Cara Aktivasi Ulang Kepesertaan

TAGGED: Autisme, gejala anak autis, kesulitan berinteraksi sosial
Siti Mutawaliah 8 April 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Meditasi Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental
Next Article Koalisi Besar Bakal Diuji Soal Penentuan Capres-Cawapres
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?