JAKARTA (Sketsa.co) — Dalam beberapa tahun terakhir, tren angka anak penyandang autisme (autism spectrum disorder/ASD) meningkat di seluruh dunia.
Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, prevalensi autisme di AS telah meningkat secara signifikan dari sekitar 1 dari 150 anak pada tahun 2000 menjadi 1 dari 54 anak pada tahun 2020.
Namun, meningkatnya jumlah anak dengan autisme tidak hanya terjadi di AS, tetapi juga di seluruh dunia. Beberapa faktor yang kemungkinan berkontribusi pada peningkatan angka ASD adalah:
Pertama, peningkatan kesadaran dan deteksi. Kesadaran tentang ASD telah meningkat di seluruh dunia, yang berarti lebih banyak orang yang menyadari tanda-tanda dan gejala ASD pada anak-anak. Sebagai hasilnya, jumlah kasus yang didiagnosis meningkat.
Kedua, perubahan lingkungan. Beberapa studi menunjukkan bahwa lingkungan yang berubah seperti polusi udara, pemaparan zat kimia dan polutan lain, serta radiasi dapat memengaruhi risiko anak-anak mengembangkan ASD.
Ketiga, faktor genetik. ASD diketahui memiliki faktor genetik yang kuat, dan peningkatan jumlah kasus mungkin juga dipengaruhi oleh peningkatan frekuensi mutasi genetik dan perubahan pada lingkungan epigenetik.
Namun, masih banyak penelitian yang diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam mengenai faktor-faktor apa yang menyebabkan peningkatan jumlah kasus ASD di seluruh dunia.
Tanda-tanda Autisme
Deteksi dini gejala autisme sangatlah penting untuk membantu anak-anak dengan autisme mendapatkan intervensi sejak dini. Berikut adalah beberapa tanda-tanda yang dapat diperhatikan pada anak-anak yang mungkin mengalami autisme:
- Keterlambatan dalam perkembangan bahasa dan komunikasi, seperti kesulitan dalam berbicara, menirukan kata-kata, dan memahami bahasa.
- Kesulitan dalam berinteraksi sosial, seperti tidak menatap mata orang lain, tidak merespons ketika dipanggil nama, dan tidak menunjukkan minat pada aktivitas yang dilakukan orang lain.
- Keterbatasan minat dan aktivitas, seperti fokus pada satu objek atau kegiatan tertentu dalam jangka waktu yang lama, dan menghindari perubahan rutinitas atau lingkungan baru.
- Kesulitan dalam pemrosesan sensorik, seperti kesulitan dalam menangani bau, suara, cahaya, atau rasa yang berlebihan atau tidak sensitif.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa Anda Harus Menjauhkan Anak Batita dari Gadget?
Jika Anda mengamati tanda-tanda tersebut pada anak Anda, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli terkait untuk melakukan evaluasi lebih lanjut dan menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu anak Anda.
Ingatlah bahwa deteksi dini dan intervensi yang tepat dapat membantu anak-anak dengan autisme mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi mereka serta memperbaiki kualitas hidup mereka.

