JAKARTA (Sketsa.co) — Para pakar psikologi sangat menyarankan untuk menjauhkan anak-anak di bawah usia tiga tahun (batita) dari gadget atau smartphone.
Anak-anak pada usia tersebut sedang mengembangkan keterampilan sosial, emosional, motorik, dan kognitif yang penting untuk perkembangan mereka.
Terlalu sering menggunakan gadget dapat mengganggu pengembangan keterampilan ini dan memengaruhi kemampuan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan dunia di sekitar mereka, demikian inti sari dari pendapat para ahli psikologi dan perilaku anak.
Selain itu, terlalu lama terpapar pada layar gadget dapat memengaruhi kesehatan fisik anak, seperti penglihatan yang buruk, gangguan tidur, dan kurangnya aktivitas fisik.
Oleh karena itu, penting untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan stimulasi yang sesuai dengan usia anak-anak.
Tidak Perlu Bangga
Sebagai orangtua, tidak ada yang seharusnya bangga bahwa anak batitanya dapat menggunakan gadget. Sekali lagi, penggunaan gadget pada usia yang sangat muda dapat berdampak buruk pada perkembangan mereka.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak di bawah usia 18 bulan seharusnya tidak diberi akses ke layar elektronik, sedangkan anak usia 18 bulan hingga 24 bulan dapat diperkenankan untuk mengakses media digital hanya jika dikawal oleh orang dewasa dan dengan tujuan yang bermanfaat.
Bahkan, penggunaan gadget pada anak-anak usia prasekolah yang lebih tua sebaiknya dibatasi dan diawasi dengan ketat.
Baca juga: Kecanduan Gadget Bisa Ganggu Postur Tubuh Anak
Sebagai orang tua atau pengasuh, sangat penting untuk membatasi dan mengawasi penggunaan gadget pada anak-anak. Sebagai gantinya, berikanlah mereka kesempatan untuk bermain, belajar, dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka secara langsung, yang dapat membantu meningkatkan perkembangan mereka secara menyeluruh.
Sebagai alternatif, Anda dapat memberikan anak-anak buku bergambar, mainan yang mendukung pengembangan kognitif dan motorik, atau bermain di luar ruangan untuk membantu pengembangan mereka.

