JAKARTA (Sketsa.co)— Malang nian nasib orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di negeri ini. Selain kerap dipandang sebelah mata dan menerima cibiran, kadang ODGJ jadi korban amukan massa yang terbakar emosi akibat informasi tak jelas.
Kasus paling tragis menimpa ODGJ bernama Wagesuti di Sorong, Papua Barat Daya, 25 Januari 2023. Karena dicurigai dan dituduh sebagai pelaku penculikan anak, perempuan paruh baya itu menjadi sasaran amukan massa.
Setelah dianiaya dan dilucuti pakaiannya oleh sejumlah orang yang mengerumuninya, tubuh Wagesuti diguyur bensin lalu dibakar. Tak ayal lagi korban mengalami luka bakar serius.
Ketika coba dilakukan pertolongan dengan membawanya ke RS Sele Be Solu, nyawa Wagesuti tak bisa diselamatkan, karena kuka bakar di sekujur tubuhnya mencapai 90%.
Polisi setempat melakukan pengusutan peristiwa mengenaskan tersebut dan telah mengamankan beberapa orang yang diduga pelaku penyiram bensin, penyulut api dan provokator.
Beberapa hari ini, viral video di media sosial seorang pria dihakimi warga karena diduga hendak menculik seorang anak di Ciwidey, Jawa Barat. Pria itu babak belur dan wajahnya berlumuran darah, sementara tangannya tampak diikat.
Yang mengenaskan, ternyata pria itu ODGJ. “Setelah didalami, ternyata pelaku mengalami gangguan ODGJ,” ujar Kapolsek Ciwidey Iptu Anjar Maulana seperti dikutip Detik.com, Jumat (3/2/2023).
Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Yeni Rosa Damayanti mengatakan peristiwa kekerasan seperti yang dialami perempuan ODGJ bernama Wagesuti di Sorong bukan yang pertama.
Kira-kira 12 tahun lalu di Jakarta, katanya, seorang pria dengan gangguan jiwa dan hidup menggelandang juga dituduh menculik anak karena kelakuannya yang dianggap mencurigakan yaitu mondar-mandir di sekitaran suatu wilayah.
Entah bagaimana, akhirnya warga meneriakinya penculik, kemudian dipukuli sampai mati, papar Yeni Rosa kepada BBC News Indonesia, Rabu (25/1/2023).
Mengetahui kejadian itu, imbuh Yeni, tidak ada tindakan dari polisi untuk menangkap pelaku, karena menganggap ODGJ bukan kasus yang harus diseriusi.
“Makanya buat saya kejadian di Sorong bukan hal yang mengejutkan karena sudah berkali-kali terjadi,” katanya.
Pada Agustus 2021, Perhimpunan Jiwa Sehat mencatat ada 11.049 kasus kekerasan pada penyandang disabilitas mental di 190 panti sosial. Mereka dikurung dalam ruang sempit, dipaksa sterilisasi, hingga mengalami kekerasan seksual.
Mengapa ODGJ Kerap Dituduh Penculik Anak dan Jadi Sasaran Amuk Massa?

Leave a comment
