JAKARTA (Skets.co)—Sekonyong-konyong Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan partainya tak akan menjalin kerjasama dengan partai lain yang suka melakukan impor.
“Kalau terhadap partai yang sukanya impor, nah ini enggak cocok buat PDI Perjuangan,” katanya kepada pers di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (3/2/2023).
Namun Hasto tidak mengungkapkan dengan jelas partai mana yang suka melakukan impor.
Pada saat yang sama, Hasto menyindir partai yang sudah memiliki calon presiden namun menunda-nunda pengumumannya. Meski menilai langkah seperti itu kurang bagus, lagi-lagi Hasto enggan mengungkapkan nama partai tersebut.
Pada bagian lain, Hasto mengatakan PDIP akan menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menghadapi Pilpres 2024. Dalam menjalin kerjasama itu, paparnya, PDIP akan mempertimbangkan sejumlah aspek seperti ideologi, platform, hingga kesamaan cara pandang terhadap masa depan.
Menurut Hasto, kerjasama diperlukan untuk memperluas basis pemilih. Sebab, syarat kemenangan capres di pilpres jika memperoleh suara 50% plus 1.
Tak diragukan lagi, pernyataan Hasto tersebut memperlihatkan bahwa sebagai partai politik, PDIP memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menghadapi hajatan pemilihan umum, termasuk Pilpres 2024.
Rasa percaya diri itu sebenarnya wajar belaka mengingat PDIP adalah satu-satunya partai yang memenuhi syarat presidential threshold 20% untuk mengusung capres-cawapres tanpa harus bekerja sama atau berkoalisi dengan partai lain.
Di sisi lain, sebagai partai penguasa (dominan dalam koalisi pendukung pemerintahan saat ini), PDIP juga memiliki kader yang tengah menjabat presiden, yaitu Joko Widodo. Alhasil, hal yang lumrah jika PDIP secara psikologis merasa percaya diri.
Alhasil, di tengah hiruk-pikuk sejumlah partai melakukan beragam manuver koalisi untuk menyongsong Pilpres 2024, PDIP tampak tenang-tenang saja. Adem-ayem, nyaris tak tergoyahkan. Tak tampak sekalipun PDIP memperlihatkan kesibukan dan gelagat menggalang koalisi atau kerjasama politik yang diniatkan untuk menghadapi pilpres.
Baca juga: Semua Menunggu Megawati Soekarnoputri!
Bahkan, hingga kini, siapa sosok bakal capres yang akan diusung PDIP pun masih belum jelas. Memang beredar nama Gubernur Jawa Tengah Gankar Pranowo dan Ketua DPR Puan Maharani yng disebut-sebut kandidat potensial untuk dicapreskan PDIP. Namun toh itu tetap hanya merupakan spekulasi.
Ketua Umum PDIP Megawati Soeklarnoputri, sebagai pemegang mandat tunggal penentu nama capres, sejauh ini tak memperlihatkan sinyal secuilpun bakal mencapreskan si A atau si B. Bahkan, kapan tepatnya PDIP akan mengumumkan nama kandidat capresnya pun belum ada kepastian.
Tampaknya hasil survei beberapa lembaga yang menunjukkan bahwa PDIP bakal menjadi peraih suara terbanyak di Pemilu Legislatif 2024 kian menambah rasa percaya diri partai banteng.
Dianggap Sombong
Tak bisa dielakkan lagi, rasa percaya diri yang tampak berlebihan dari PDIP itu bisa dipersepsikan berbeda oleh partai lain yang notabene kompetitor dalam politik. Beredar kasak-kusuk di sebagian pendukung partai lain, terutama partai oposisi, yang menyebutkan bahwa PDIP bergaya sebagai partai jemawa, sombong.
PDIP tampak seperti tidak membutuhkan partai lain. Atau setidaknya kayak memandang remeh partai lain, terutama partai oposisi. Demikian salah satu penilaian sinis yang muncul. Tentu saja siapapun bebas menilai.
Namun pernyataan Hasto bahwa PDIP akan menjalin kerjasama atau koalisi dengan partai lain untuk menghadapi pilpres mendatang setidaknya membantah anggapan bahwa PDIP akan berjalan sendirian…

