JAKARTA (Sketsa.co) — Meski tahapan penghitungan suara hasil pemungutan suara Pilpres 2024 pada 14 Februari lalu hingga kini belum selesai, namun tanda-tanda pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bakal memenangkan kontestasi elektoral lima tahunan tersebut makin tak terbendung.
Prabowo sendiri jauh hari sudah menegaskan jika menang pilpres dan menjadi presiden, dirinya akan merangkul semua kekuatan politik, termasuk rivalnya dalam kontestasi. Pertanyaannya, maukah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD menerima tawaran bergabung dalam pemerintahan mendatang bila tawaran itu benar-benar ada?
Anies Baswedan sendiri secara tidak langsung menampik kemungkinan bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran seandainya pasangan itu pada akhirnya memimpin pemerintahan mendatang. Anies memastikan pihaknya akan setia dengan agenda perubahan, yang bisa dimaknai dia akan berada di luar pemerintahan.
Ganjar Pranowo juga mengisyaratkan hal senada dengan menegaskan bahwa PDI Perjuangan pernah berada di luar pemerintahan atau menjadi oposisi saat Presiden SBY memimpin pemerintahan selama dua periode (2004 hingga 2014). Ganjar adalah kader PDIP.
Pertanyaan berikutnya, akankah koalisi partai pengusung Anies-Muhaimin (Nasdem, PKB dan PKS) bakal merapat ke Koalisi Indonesia Maju pengusung Prabowo-Gibran?
PDIP & PKS
Sejumlah analis politik memprediksi PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi dua partai yang paling siap menjadi partai oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. PKS sendiri selama dua periode pemerintahan Presiden Jokowi memang sudah berada di luar pemerintahan.
Sebagai partai ideologis dengan kader yang militan, PDIP dan PKS diyakini tidak mudah goyah karena iming-iming jabatan atau kue kekuasaan lainnya.
Baca juga: Saat Prabowo Presiden & Jokowi Mantan Presiden
Akan halnya Nasdem dan PKB, kemungkinan besar dua partai ini akan bergabung ke pemerintahan Prabowo-Gibran. Pasalnya, kedua partai ini sejauh ini tak punya pengalaman dan tradisi sebagai partai oposisi atau di luar pemerintahan.
Namun, segala kemungkinan masih bisa terjadi, mengingat koalisi partai pendukung Prabowo-Gibran relatif gemuk dengan Gerindra, Golkar, PAN dan Demokrat pasti akan mendapatkan prioritas untuk diakomodir dalam kabinet mendatang.

