JAKARTA (Sketsa.co) — CEO PolMark Research Center Eep Saefulloh Fatah pada Juni 2023 pernah membuat prediksi bahwa pemenang Pilpres 2024 jika diikuti tiga pasang capres adalah runner up di putaran pertama, bukan yang juara di putaran pertama.
Pada saat Eep melontarkan hal itu dalam sebuah podcast tentu saja belum ada kandidat resmi pasangan capres-cawapres. Namun, saat itu sejumlah hasil survei telah menempatkan Ganjar Pranowo sebagai sosok dengan elektabilitas tertinggi, disusul Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
“Dugaan saya Ganjar akan nomor satu di putaran satu, tapi Presiden kita adalah runner-up-nya,” kata Eep Saefulloh Fatah, yang juga dikenal sebagai konsultan politik.
“Kalau runner-up-nya Prabowo, Prabowo-lah presiden kita. Kalau Anies yang runner-up, Anies-lah presiden kita,” katanya.
Baca juga: TPDI & Perekat Nusantara Gugat Jokowi dkk Soal Dinasti Politik
Hal itu menjadi seperti hasil Pilgub DKI Jakarta 2017, di mana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi nomor satu di putaran pertama akhirnya kalah di putaran kedua, dan yang menjadi gubernur tepilih adalah Anies yang menempati runner-up di putaran pertama.
Fakta bahwa tiga nama tersebut saat ini telah resmi menjadi kontestan pilpres dengan nomor urut 01 (Anies Baswedan yang berpasangan dengan cawapres Muhaimin Iskandar), Prabowo Subianto (02) berduet dengan Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo (030 yang berpasangan dengan Mahfud MD, tentu bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Prabowo Tertinggi
Yang membedakan, saat ini justru Prabowo yang memiliki elektabilitas tertinggi di kisaran 40-an persen di antara tiga capres. Sementara Anies dan Ganjar disebut-sebut bersaing ketat untuk memperebutkan peringkat kedua elektabilitas.
Jika hasil survei sejumlah lembaga yang menempatkan Prabowo-Gibran di peringkat teratas elektabilitas tersebut tidak mengalami perubahan signifikan di sisa masa kampanye sebelum pemungutan suara pada 14 Februari 2024, maka hampir dipastikan Prabowo-Gibran akan merebut satu tiket untuk masuk putaran kedua.
Atau bahkan ada kemungkinan paslon tersebut dapat memenangkan pilpres sekali putaran seperti yang gencar didengungkan kubu paslon 02 tersebut.
Pertanyaannya, adakah ‘rumus’ runner-up akan terpilih sebagai presiden seperti yang dilontarkan Eep di atas berlaku juga untuk formasi di mana peraih elektabilitas tertinggi adalah Prabowo Subianto, bukan Ganjar Pranowo?
Jika rumus Eep di atas tetap berlaku, maka sangat mungkin Anies atau Ganjar akan terpilih sebagai presiden jika salah satu dari kedua kandidat tersebut lolos ke putaran final untuk berhadapan dengan Prabowo.

