JAKARTA (Sketsa.co) — Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengatakan pihaknya optimistis pasangan nomor urut 02 akan menang satu putaran. Menurut dia, jika hal itu terjadi, negara akan berhemat anggaran hingga Rp27 triliun.
Politisi Golkar itu mengungkapkan anggaran Rp27 triliun itu digunakan untuk mendanai operasional KPU, honor panitia pemungutan suara, pengadaan surat suara, hingga biaya pengamanan pemilu, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (7/1/2024).
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, mengatakan pilpres satu putaran menjadi keharusan di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia tahun ini. Terlebih, sejumlah negara juga menggelar pemilihan umum (Pemilu) pada 2024.
“Sehingga, itu berpotensi memengaruhi geopolitik dunia,” kata Budiman, Kamis (4/1) seperti dikutip dari keterangan tertulis.
Namun, harapan atau ambisi TKN Prabowo-Gibran untuk bisa memenangkan pilpres satu putaran agaknya sulit menjadi kenyataan mengingat sejauh ini elektabilitas paslon nomor urut 02 tersebut masih di kisaran 40-an persen.
Sejumlah pengamat politik, antara lain Emrus Sihombing, memprediksi Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran, karena hingga saat ini belum ada lembaga survei yang merilis elektabilitas pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden meraih suara lebih dari 50%.
“Tidak mungkin Pilpres 2024 berlangsung satu putaran. Secara rasional, saya pikir sulit satu putaran, karena tiga pasangan calon untuk mencapai suara 50% plus satu sangat sulit,” katanya, pekan lalu.
Emrus mencontohkan rilis dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 3-5 Desember 2023 masih menempatkan Prabowo-Gibran di angka 45,6%; lalu disusul Ganjar-Mahfud 23,8% dan Anies-Muhaimin 22,3%.
Kemudian, survei Litbang Kompas menempatkan elektabilitas Prabowo-Gibran di bawah 40%, tepatnya 39,3%; lalu pasangan Anies-Muhaimin di angka 16,7% dan Ganjar-Mahfud 15,3%.
Baca juga: Saat Anies & Ganjar “Bersatu” Melawan Prabowo
Sebelumnya, Ketua Umum Gerakan Sekali Putaran Muhammad Qodari, Kamis (4/1), menyatakan optimisme bahwa Prabowo-Gibran memiliki peluang 70% untuk memenangi Pilpres 2024 satu putaran.
Di atas kertas, tampaknya agak sulit bagi Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin untuk mengejar elektabilitas Prabowo-Gibran yang sudah di kisaran 40-an persen.
Berbagai Kemungkinan
Namun, tentu saja tak ada yang tak mungkin dalam politik. Sisa masa kampanye hingga 10 Februari 2024 masih membukakan berbagai kemungkinan dan peluang bagi kedua paslon tersebut untuk mendongkrak elektabilitas, sehingga menahan hasrat kubu Prabowo-Gibran untuk bisa menang pilpres dengan satu putaran.
Nah, jika sisa dua kali momen debat capres-cawapres bisa dimanfaatkan maksimal oleh Ganjar-Mahfud (03) maupun Anies-Muhaimin (01), bukan tak mungkin Prabowo-Gibran akan dipaksa untuk menjalani pilpres dua putaran.
Tentu saja pilpres masih mungkin terjadi satu putaran dengan kemenangan paslon Prabowo-Gibran jika duet Ganjar-Mahfud atau Anies-Muhaimin melakukan blunder besar sehingga terjadi migrasi pendukung secara besar-besaran ke kubu paslon 02 tersebut. Sebaliknya, jika blunder justru dilakukan Prabowo-Gibran, maka pilpres dua putaran tampaknya tak bisa dihindarkan…

