JAKARTA (Sketsa.co) — Amalya Murad Husain, Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah membantah keras bahwa dirinya adalah wanita yang meneriakkan kalimat “Bangsat…” saat debat capres di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (7/1/2024) malam.
“Sangat disayangkan, foto wanita itu oleh sejumlah oknum disebar dan disebut adalah saya Amalya Murad atau seolah-olah saya sedang berada di ruangan itu. Ini adalah fitnah terhadap saya,” kata Amalya Murad dalam keterangan melalui video yang diterima Sketsa.co, Rabu (10/1).
Dia menegaskan bahwa saat debat capres tersebut berlangsung, dirinya tengah berada di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng, melakukan kampanye tatap muka dengan warga masyarakat yang merupakan dapilnya.
“Melalui video ini, saya ingin mengklarifikasi beredarnya postingan di media sosial, baik di Twitter (X), WhatsApp, TikTok dan media sosial lainnya, yang dilakukan oleh sejumlah oknum. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.
Baca juga: Saat Anies & Ganjar “Bersatu” Melawan Prabowo
Amalya Murad mengatakan bahwa sebagai kader Partai Gerindra, pihaknya senantiasa berjuang secara konstitusional untuk memenangkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kami diajarkan santun dan patuh dengan sikap saling menghormati dan menghargai,” katanya.
Karena itu, Amalya menghimbau kepada seluruh masyarakat, terkhusus masyarakat Sulteng, untuk menggunakan media sosial dengan bijak, tidak mudah diprovokasi dan dipecah belah hanya karena informasi yang tidak benar, maupun isu-isu yang dapat merugikan bangsa dan negara.
“Menggunakan media sosial dengan bijak juga dapat membuat kita terhindar dari jeratan UU ITE,” katanya.

