JAKARTA (Sketsa.co) — Di luar soal materi debat capres semalam (Minggu/7/1/2024) di Istora Senayan, Jakarta, ada suatu fenomena menarik di mana capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tampak berupaya merangkul capres 03 Ganjar Pranowo sekaligus menegaskan posisinya yang berseberangan dengan capres 01 Anies Baswedan.
Pada debat itu, dalam sejumlah momen, Prabowo terlihat tanpa ragu dan terkesan spontan menyatakan bahwa dirinya sepakat atau punya pemikiran senada dengan Ganjar.
“Pendapat saya kok sama dengan Pak Ganjar. Apa karena buku yang kita baca sama ya…” Demikian antara lain petikan pernyataan Prabowo, yang seolah ingin menggarisbawahi bahwa dirinya dan Ganjar satu garis pemikiran, satu konsep atau bahkan satu paradigma.
Harus diakui, Prabowo tampak terpojok dengan ‘serangan-serangan’ yang dilancarkan oleh Anies, terutama menyangkut sejumlah data yang terkait posisi Prabowo sebagai Menhan, pun tentang data kepemilikan lahan ratusan ribu hektare, alutsista bekas, dan food estate.
Masalahnya, alih-alih membuat Ganjar “melunak” dengan pengakuan berbau pujian oleh Prabowo tersebut, justru capres kader PDI Perjuangan itu malah turut ‘menyerang’ dengan mengungkapkan data-data, terutama terkait dengan pengelolaan anggaran di Kemenhan yang berhubungan dengan masalah pertahanan dan keamanan negara.
Bersatu
Alhasil, kesan bahwa Prabowo kedodoran menghadapi “gempuran” Anies dan Ganjar tak bisa terelakkan. Ada kesan kuat bahwa Anies dan Ganjar bersatu untuk melawan Prabowo.
Di media sosial X misalnya, sejumlah akun pro 01 dan 03 menyerukan tagar AsalBukanPrabowo, dan mengisyaratkan bakal saling memberikan dukungan jika salah satu dari dua paslon itu masuk putaran kedua berhadapan dengan 02. Jika benar kubu 01 dan 03 bersatu untuk saling memberikan dukungan jika hanya salah satu yang masuk babak final, ini tentu menjadi kekuatan yang tak bisa diremehkan.
Kendati saat ini paslon 02 unggul dengan elektabilitas di kisaran 40-an persen merujuk sejumlah hasil survei, namun hal itu dinilai belum memberikan jaminan untuk bisa menenangkan Pilpres 2024, apalagi jika targetnya menang satu putaran.
Sekian peristiwa di masa kampanye yang dinilai memperlihatkan aroma adanya dugaan ketidaknetralan sebagian oknum aparat agaknya telah menjadi perekat bagi kubu 01 dan 03 untuk meneguhkan sikap bersama melawan 02 dengan segala daya yang masih tersisa.
Baca juga: Survei: Dari Memotret Opini Hingga Menggiring Opini
Jika gelombang seruan AsalBukanPrabowo terus bergulir dan menemukan momentumnya, sangat mungkin hal itu bisa menghambat langkah 02 untuk bisa memenangkan Pilpres 2024 dengan sekali putaran seperti yang didengungkan.

