JAKARTA (Sketsa.co) — Meski elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul sementara dibandingkan dua pasangan lainnya, namun persaingan ketiga kandidat di Pulau Jawa akan berlangsung ketat.
Rezki Adminanda, Manajer Riset PatraData, mengungkapkan temuan hasil survei lembaganya menyebutkan bahwa memasuki awal masa kampanye, pasangan Prabowo-Gibran unggul dari pasangan Ganjar-Mahfud dengan selisih 5,8% dan disusul Ganjar-Mahfud di urutan kedua selisih 5,1% dari pasangan Anies-Muhaimin.
“Memang kita belum melihat dominasi yang terlalu jauh di antara ketiga pasangan calon presiden ini, dan tentu saja ini membuktikan bahwa akan terus terjadi persaingan yang ketat dalam hal perebutan lumbung suara di Pulau Jawa sebagai pulau penentu kemenangan dalam kontestasi pilpres jika kita cermati dari pilpres-pilpres sebelumnya” ujar Rezki dalam rilis hasil survei di kantor PatraData, Jakarta, Jumat (8/12).
Merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih di Pulau Jawa mencapai 115.373.669 orang atau setara dengan 56,33% dari total jumlah pemilih di seluruh Indonesia.
Jika dicermati pada konteks Pilpres 2024 mendatang, ketiga kandidat pasangan calon diketahui berasal dari Pulau Jawa. Hal tersebut tentu akan menimbulkan persaingan ketat antar masing-masing pasangan calon dalam merebut hati pemilih di pulau ini.
Baca juga: Sangat Mungkin Pilpres 2024 Berlangsung Dua Putaran
Berdasarkan temuan survei PatraData yang dilaksanakan pada 1-5 Desember 2023 di Pulau Jawa tersebut, terungkap bahwa capres Prabowo Subianto meraih dukungan 36,3%, disusul Ganjar Pranowo dengan 31,4% dan Anies Baswedan dengan 26,6%. “Terdapat 5,7% responden yang belum menentukan pilihan.” kata Rezki.
Namun untuk tingkat keterpilihan cawapres, PatraData menemukan hasil berbeda, di mana Mahfud MD lebih tinggi dari Gibran dan Muhaimin. “Mahfud MD unggul dengan 35,8%, Gibran Rakabuming Raka dengan 31,3%, disusul Muhaimin Iskandar dengan 25,4%.” Papar Rezki.
PatraData menggelar survei via telepon pada sampel responden Pulau Jawa yang dipilih secara acak dari kumpulan data base nomor telepon yang dimiliki lembaga tersebut. Menggunakan asumsi simple random sampling, jumlah responden 1.200 memiliki toleransi kesalahan (margin of error – MoE) sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Selanjutnya quality control dilakukan dengan menelepon ulang responden (call back) sebanyak 20% dari total sampel.

