JAKARTA (Sketsa.co) — Pilpres 2024 diperkirakan bakal berlangsung dua putaran, mengingat adanya tiga pasangan calon (paslon) yang bersaing dengan tak ada yang elektabilitasnya di atas 50 %, menurut sejumlah hasil jajak pendapat sejauh ini.
Pilpres 2014 dan 2019 hanya berlangsung satu putaran atau langsung ‘partai final’ karena hanya ada dua capres yang berlaga, yaitu Jokowi versus Prabowo Subianto.
Sementara Pilpres 2024 melibatkan paslon 01 (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar), paslon 02 (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka), dan paslon 03 (Ganjar Pranowo-Mahfud MD).
Berdasarkan Pasal 6A ayat (3) UUD 1945, syarat pilpres dua putaran antara lain memerlukan pasangan capres-cawapres yang meraih lebih dari 50% suara dan minimal 20% suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.
Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 juga memberikan opsi untuk pilpres dengan satu putaran atau putaran kedua. Jika tidak ada paslon yang memenuhi syarat, dua paslon dengan perolehan suara tertinggi akan bersaing dalam putaran kedua.
Sejarah mencatat pilpres dua putaran pernah terjadi pada Pilpres 2004 karena perolehan suara tertinggi pada putaran pertama hanya mencapai 33,57%. Lima paslon bersaing, dan SBY-Jusuf Kalla memenangkan putaran kedua setelah tidak ada paslon yang memenuhi syarat pada putaran pertama.
Hasil Survei
Bila menengok elektabilitas pasangan capres-cawapres yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei, sejauh ini belum ada yang melampaui angka 50%. LSI Denny JA misalnya, mencatat Prabowo-Gibran meraih 40,3%, Ganjar-Mahfud 28,6%, dan Anies-Cak Imin 20,3%.
Sementara itu, Charta Politika mencatat Prabowo-Gibran 36,8%, Ganjar-Mahfud 34,2%, dan Anies-Cak Imin 24,3%, sedangkan Indonesia Political Opinion (IPO) merekam Prabowo-Gibran raih 36,2%, Ganjar-Mahfud 27,1%, dan Anies-Cak Imin 34,1%.
Tentu saja pekan-pekan terakhir menjelang pemungutan suara pada 14 Februari 2024 nanti sangat mungkin terjadi dinamika elektabilitas yang bisa memunculkan kejutan-kejutan tersendiri.
Baca juga: Dampak Pernyataan Ade Armando Bisa Ganggu Elektoral PSI
Kejutan yang dimaksud adalah kemungkinan ada paslon yang berhasil meraih elektabilitas di atas 50%, sehingga prediksi Pilpres 2024 berlangsung satu putaran menemukan alasan empiris yang memadai.
Meski begitu kita tidak pernah tahu pasti paslon nomor berapa yang berpotensi untuk menjadi yang terdepan dalam peringkat elektabilitas di atas 50% dengan merujuk tren elektabilitas hari-hari ini.
Apalagi, di sisi lain, sejumlah lembaga survei acapkali menyajikan hasil yang berbeda atau bahkan bertolak belakang satu sama lain, sehingga memunculkan keraguan tentang hasil survei mana yang paling kredibel dan terpercaya…

