Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Saat Anies Baswedan Mulai “Tak Diperhitungkan” di Pilpres 2024
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Saat Anies Baswedan Mulai “Tak Diperhitungkan” di Pilpres 2024
Politik

Saat Anies Baswedan Mulai “Tak Diperhitungkan” di Pilpres 2024

Dengan elektabilitas yang konsisten selalu di bawah raihan Prabowo dan Ganjar, Anies tampaknya mulai tak diperhitungkan secara serius sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilpres 2024. Indikasi itu terlihat di perbincangan melalui media sosial.

Last updated: Rabu, 16 Agustus 2023, 2:26 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
(Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Seiring bergabungnya Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) ke koalisi Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mengusung pencapresan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam deklarasi di Jakarta, Minggu (13/8), peta koalisi pendukung capres makin mengerucut menjadi hanya tiga poros kekuatan.

Partai-partai pemilik kursi di DPR RI telah habis terbagi ke dalam tiga poros koalisi: PDIP bersama PPP mengusung pencapresan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo; sementara Nasdem, Demokrat dan PKS mengusung pencapresan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Sisanya, Gerindra, PKB, Golkar dan PAN mengusung pencapresan Menhan/Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Ketiga poros tersebut juga telah memenuhi syarat presidential threshold 20% kursi di DPR RI, sehingga jika tak ada perubahan konfigurasi sampai pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU pada Oktober-November 2023, hampir bisa dipastikan Pilpres 2024 akan diikuti tiga  bakal capres tersebut.

Sejauh ini, jika merujuk hasil survei sejumlah lembaga jajak pendapat, elektabilitas Prabowo nyaris selalu berada di peringkat pertama, disusul atau dibuntuti Ganjar Pranowo, sedangkan Anies Baswedan selalu nangkring di peringkat ketiga.

Elektabilitas Prabowo dan Ganjar seringkali dalam angka atau persentase margin of error alias beda-beda tipis, sehingga keduanya masih sangat mungkin bisa tampil sebagai pemenang atau yang kalah dalam kenyataan hasil pemungutan suara.

Anies Tak Diperhitungkan

Dengan elektabilitas yang konsisten selalu di bawah raihan Prabowo dan Ganjar, Anies tampaknya mulai tak diperhitungkan secara serius sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilpres 2024. Indikasi itu terlihat di perbincangan melalui media sosial.

Sebaliknya, persaingan kubu Prabowo dan kubu Ganjar terlihat makin intens dan mengeras. Di media sosial, pendukung kedua kubu tampak saling serang dan menjatuhkan. Sementara serangan terhadap Anies mulai melemah atau mengendor, seiring dengan sosoknya yang dianggap underdog merujuk hasil-hasil survei elektabilitas capres beberapa waktu terakhir.

Sejumlah pengamat menilai salah satu faktor yang bisa membuat elektabilitas Anies  terdongkrak signifikan adalah jika figur bakal cawapres yang digandengnya tepat alias bisa menambah magnet elektoral, dan kelihatannya kubu Anies paham betul dengan persoalan ini.

Baca juga: Saat Gibran Jadi Kandidat Cawapres Terkuat Pendamping Prabowo

Sejauh ini, Anies selalu mencoba “menghibur diri” ihwal elektabilitasnya yang selalu di bawah Prabowo dan Ganjar dengan merujuk pengalamannya di Pilkada DKI 2017, di mana hasil survei elektabilitas juga menempatkannya di peringkat ketiga di bawah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Agus Harimurti Yudhoyono, namun pada akhirnya dia yang keluar sebagai pemenang akhir dan menjadi Gubernur DKI dengan menyingkirkan Ahok sebagai petahana.

Tentu tak ada yang salah dengan jawaban Anies saat ditanya wartawan tentang elektabilitasnya yang selalu berada di bawah Prabowo dan Ganjar dan optimismenya menghadapi pilpres mendatang dengan merujuk pengalaman di Pilkada DKI 2017. Namun, kubu Anies tentu juga paham betul bahwa medan Pilpres 2024 sangat berbeda karakternya dengan Pilkada DKI 2017.

Mampukah nantinya kubu Anies membalikkan keadaan?

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies Baswedan, Pilpres 2024, tiga poros capres
Raden Parwoto 16 Agustus 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Gibran Menguat di Bursa Pilpres, Hendardi: MK Bisa Jadi Antitesa Kehendak Rezim
Next Article Waspada! Polusi Udara Bisa Picu Kanker Paru
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?