Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Waspada! Polusi Udara Bisa Picu Kanker Paru
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Waspada! Polusi Udara Bisa Picu Kanker Paru
Kesehatan

Waspada! Polusi Udara Bisa Picu Kanker Paru

Salah satu dampak paling berbahaya dari polusi udara adalah meningkatnya risiko kanker paru-paru, jenis penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di antara semua jenis kanker lainnya.

Last updated: Rabu, 16 Agustus 2023, 4:58 PM
By Siti Mutawaliah
Share
4 Min Read
Polusi udara di DKI Jakarta (Foto: greenpeace.org)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Salah satu dampak paling berbahaya dari polusi udara adalah meningkatnya risiko kanker paru-paru, jenis penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di antara semua jenis kanker lainnya.

Berdasarkan data IQAir tahun 2021, sekitar 2.500 orang di Jakarta meninggal dunia akibat dampak buruk polusi udara.

Agus Dwi Susanto, anggota Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menjelaskan, polusi udara telah menjadi perbincangan utama di dunia kesehatan, terutama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, banyak orang yang masih belum sepenuhnya menyadari betapa berbahayanya polusi udara.

Menurut Nafas Indonesia, polusi udara disebabkan oleh adanya polutan yang mencemari udara yang kita hirup. Polutan ini memiliki dua bentuk, yaitu partikel padat seperti PM10 atau PM2.5 dan gas seperti karbon monoksida atau nitrogen dioksida.

Partikel PM2.5 adalah partikel padat dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer atau 36 kali lebih kecil dari diameter sebutir pasir. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini berbahaya karena tidak bisa dihalau oleh tubuh.

PM2.5 memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Dampak jangka pendeknya meliputi gangguan perhatian, flu, radang hidung, serangan jantung, ketidakaturan detak jantung, asma, bronkitis, eksim, jerawat, dan penuaan dini.

Sementara dampak jangka panjangnya meliputi penyakit alzheimer, parkinson, stroke, penurunan kognitif, pneumonia, kanker paru-paru, asma, kelahiran prematur, dan penyumbatan pembuluh darah.

Berdasarkan data Nafas Indonesia, rata-rata kadar PM2.5 di Jakarta pada bulan Juli 2023 adalah 47 μg/m³, melebihi batas paparan tahunan yang dianjurkan oleh WHO sebanyak 9 kali lipat. Nafas juga telah merilis laporan yang mencantumkan daftar kota dengan kualitas udara buruk selama Juli 2023. Hasilnya, Serpong, Tangerang Selatan, menjadi kota dengan kualitas udara terburuk dengan kadar PM2.5 mencapai 80 μg/m³.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Berkeley Earth pada tahun 2015, kadar PM2.5 sebanyak 80 μg/m³ setara dengan efek merokok 112 batang rokok per bulan.

Dampak

Agus mengklasifikasikan dampak kesehatan akibat polusi udara menjadi dua, yaitu dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang.

Dampak jangka pendek terjadi ketika paparan polutan menyebabkan masalah kesehatan segera setelah terjadi. Penting untuk diingat bahwa polutan, baik berupa gas maupun partikel, umumnya bersifat iritasi.

“Dengan demikian, bisa menyebabkan banyak keluhan jangka pendek seperti mata merah, gatal-gatal pada kulit, sakit tenggorokan, hidung berair, bersin-bersin, bahkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” kata Agus seperti dikutip dalam saluran YouTube DAAI Magazine pada Senin (14/8).

Baca juga: Konsumsi Kuaci Dapat Cegah Masalah Prostat

Agus mengungkapkan kasus ISPA telah meningkat hingga 35% menurut beberapa penelitian, terutama di kota-kota yang mengalami polusi udara.

Hal ini menjadi perhatian serius, terutama bagi individu yang menderita penyakit bawaan seperti asma, penyakit paru-paru kronis, TBC, penyakit jantung, dan gangguan pembuluh darah.

Selain itu, ada dampak jangka panjang yang bisa terjadi ketika seseorang terus-menerus terpapar polutan selama beberapa tahun. Dampak ini meliputi risiko penurunan fungsi paru-paru, peningkatan risiko asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit jantung, masalah pembuluh darah, stroke, hingga risiko kanker paru-paru.

 

 

You Might Also Like

Awas! Campak Bisa Berakibat Fatal untuk Orang Dewasa

BPJS Kesehatan PBI Dinonaktifkan, Ini Solusi dan Cara Aktivasi Ulang Kepesertaan

Akankah Virus Nipah Jadi Ancaman Pandemi Baru?

5 Jenis Operasi Ini Tidak Ditanggung BPJS Ya!

TAGGED: kanker paru, kanker paru-paru, pencemaran udara, penyakit ISPA, polusi udara
Siti Mutawaliah 16 Agustus 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Saat Anies Baswedan Mulai “Tak Diperhitungkan” di Pilpres 2024
Next Article Ini Dia Cara Sederhana Cegah Risiko Serangan Stroke
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?