JAKARTA (Sketsa.co) — Harapan Partai Demokrat agar nama bakal calon wakil presiden pendamping bakal capres Anies Baswedan diumumkan sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji pupus sudah. Hari ini, Kamis (22/6), Anies dikabarkan terbang ke Mekkah.
Dengan demikian, paling cepat pengumuman tentang nama bakal cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) akan dilakukan setelah Anies Baswedan pulang dari Tanah Suci atau di awal bulan Juli 2023.
Sebelum melaksanakan ibadah haji, Anies sempat mengadakan pertemuan dengan Tim 8 di Sekretariat Koalisi Perubahan di Jakarta Selatan pada tanggal 20 Juni. Hadir dalam pertemuan tersebut, dari Nasdem antara lain Sugeng Suparwoto dan Willy Aditya, PKS diwakili Wakil Ketua Majelis Syuro Sohibul Iman, dan dari Demokrat diwakili Sekjen Teuku Riefky Harsya.
Namun, hingga akhir rapat yang dipimpin oleh Anies tersebut, tak ada pengumuman nama cawapres. “Mari kita tunggu, siapa tahu setelah Pak Anies kembali dari ibadah haji, akan ada momentum terbaik untuk mendeklarasikan pasangan capres-cawapres,” ujar Sugeng Suparwoto.
Sudirman Said, juru bicara Anies Baswedan, menyampaikan hal senada. Menurut dia, nama cawapres sudah disepakati, dan saat ini Anies sedang menunggu momen yang tepat untuk mengumumkannya kepada publik.
“Siapa tahu setelah pulang dari (ibadah) haji, Pak Anies memiliki pemikiran seperti itu dan akhirnya memilih hari untuk pengumuman,” kata Sudirman.
Sebelumnya, sejumlah petinggi Demokrat berharap dan mendesak Anies untuk segera mengumumkan nama cawapres.
“Saya harap jika Pak Anies menjalankan ibadah haji tahun ini, pengumuman capres-cawapres dapat dilakukan sebelum keberangkatannya, sehingga kita dapat mendoakan kemenangan di Tanah Suci. Namun, ini hanya sekadar harapan,” kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Senin (19/6).
Baca juga: Jika Gagal Nyawapres, Sandiaga atau Erick Diprediksi Jadi ‘Super Minister’
Mardani Ali Sera, politisi PKS, pernah mengatakan bakal cawapres pendamping Anies tidak akan jauh dari tiga nama yang selama ini beredar di publik, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Seperti diketahui, nama Khofifah diusulkan dan didorong oleh Nasdem, nama AHY diusulkan oleh Demokrat, dan nama Ahmad Heryawan atau akrab disapa Kang Aher diusulkan oleh PKS.

