JAKARTA (Sketsa.co) — Wacana duet capres-cawapres Prabowo Subianto-Erick Thohir terus bergulir menyusul pertemuan antara pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mitra koalisi Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), mengakui bahwa nama Menteri BUMN Erick Thohir memang telah menjadi perhatian dan dibahas.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa nama Erick Thohir memang telah dibahas oleh dirinya dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
“Ini sudah menjadi pembahasan sejak dulu, sekitar enam bulan yang lalu. Kami sudah membawa hal ini kepada Pak Prabowo dan telah kami bahas bersama beliau,” ujar Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, di Kantor DPW PKB Jawa Timur, Surabaya, Minggu (11/6).
Cak Imin mengaku bersama Prabowo telah membahas secara detail kemungkinan Erick Thohir sebagai cawapres. “Ya, intinya, kami telah membahasnya,” tambahnya.
Dia meminta semua pihak bersabar menunggu pengumuman mengenai capres-cawapres koalisi antara Gerindra dan PKB. “Harap sabar, keputusan ini belum kami ambil,” ujarnya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan kode alam, Pilpres 2024 akan diikuti tiga pasangan calon yang merupakan kombinasi unsur UGM, Akmil (Akabri) dan pengusaha.
Merujuk kode alam ala Andi Arief tersebut, tiga pasangan capres-cawapres itu kemungkinan adalah Ganjar Pranowo (alumni UGM)-Sandiaga Uno (pengusaha/Menparekraf), Prabowo Subianto (lulusan Akmil/Akabri)-Erick Thohir (Menteri BUMN/pengusaha) dan Anies Baswedan (alumni UGM)-Agus Harimurti Yudhoyono (lulusan Akmil).
Dekat Jokowi
Nama Erick Thohir terang-terangan diusung oleh PAN untuk disodorkan sebagai bakal cawapres, entah untuk Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
“(Soal Pak Erick Thohir jadi bakal cawapres) Itu menu wajib (yang dibahas dalam) pertemuan dengan partai lain,” kata Sekjen PAN Eddy Soerparno, beberapa waktu lalu.
Erick Thohir memang memiliki kedekatan spesial dengan PAN, terutama dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Yang pasti, Zulhas pernah terang-terangan berupaya menduetkan Erick dengan Ganjar saat Rakornas PAN di Semarang, akhir Februari 2023, jauh sebelum Ganjar resmi dicapreskan PDIP pada 21 April 2023.
Baca juga: Spekulasi Politik di Balik Manuver PDIP-Demokrat
Di sisi lain, Erick Thohir juga memiliki kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi dan keluarganya. Erick bahkan pernah menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019. Bahkan bersama putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, dan pengusaha Kevin Nugroho, Erick Thohir berbagi sebagai pemegang saham 20% klub sepakbola Persis Solo.
Namun, belakangan kans Erick Thohir untuk menjadi bakal cawapres Ganjar agar meredup sejak PPP yang berkoalisi dengan PDIP mengusung pencapresan Ganjar mewacanakan Sandiaga Uno sebagai bakal cawapres untuk Gubernur Jawa Tengah tersebut. Bersama Imam Besar Masjid istiqlal Nasaruddin Umar, Sandiaga diusulkan PPP dalam bursa kandidat cawapres untuk Ganjar Pranowo.
PKB sendiri agaknya tak akan kesulitan memberikan dukungan kepada Erick Thohir, yang notabene menjadi anggota kehormatan Banser, organ di bawah GP Ansor yang merupakan bagian dari ormas Islam besar Nahdlatul Ulama (NU). Basis utama konstituen PKB adalah kaum nahdliyin.

