Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Pudarnya Pengaruh Jokowi dalam Pusaran Koalisi Capres 2024
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Pudarnya Pengaruh Jokowi dalam Pusaran Koalisi Capres 2024
Politik

Pudarnya Pengaruh Jokowi dalam Pusaran Koalisi Capres 2024

Jika pada akhirnya enam partai pendukung pemerintaahan Jokowi terbagi menjadi dua poros koalisi yang mengusung capres berbeda, hal itu tentu bisa ditafsirkan bahwa pengaruh Jokowi untuk menentukan arah tunggal pencapresan dalam wadah koalisi besar telah pudar.

Last updated: Jumat, 5 Mei 2023, 10:28 AM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Rencana pembentukan koalisi besar partai pro-Jokowi diperkirakan buyar. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Presiden Joko Widodo menepis tudingan dirinya ikut campur dalam penentuan nama bakal calon presiden (capres) maupun cawapres di Pilpres 2024.

Jokowi menegaskan pertemuannya dengan enam ketua umum partai politik pro-pemerintah beberapa hari lalu merupakan ajang diskusi politik.

“Cawe-cawe? He…he…he…bukan cawe-cawe. Itu diskusi aja kok, kok cawe-cawe. Saya tadi sudah sampaikan saya ini kan juga pejabat politik. Saya bukan cawe-cawe,” kata Jokowi kepada wartawan di pusat perbelanjaan modern Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).

Jokowi menegaskan urusan pencapresan merupakan urusan partai. “Urusan capres itu urusannya partai atau gabungan partai.  Sudah bolak balik saya sampaikan. Kalau mereka mengundang saya, saya mengundang mereka, boleh-boleh saja,” ujarnya.

Jokowi menegaskan bahwa selain sebagai pejabat publik, dirinya juga merupakan pejabat politik. Menurutnya, tidak ada konstitusi yang dilanggarnya.

Seperti diketahui, selain Presiden, Jokowi adalah kader PDI Perjuangan, partai pemenang Pemilu 2019. Meski dalam diksi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri,  Jokowi adalah “petugas partai” yang tengah menjabat presiden,  namun mantan Walikota Solo itu telah menjadi aktor politik yang memiliki pengaruh besar.

Pengaruh Jokowi dalam perpolitikan bahkan masih terasa dan dirasakan hingga menjelang Pilpres 2024 ini, setidaknya dalam kaitan pembentukan koalisi partai di luar Nasdem, Demokrat dan PKS yang telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan mengusung bakal capres Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta.

Sejak muncul wacana dan rencana pembentukan koalisi besar partai-partai pro-pemerintah, Jokowi dikesankan sebagai figur sentral. Meminjam diksi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Jokowi merupakan “komandan” koalisi.

Namun, sejak PDI Perjuangan mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal capres pada 21 April lalu, posisi dan pengaruh Jokowi dalam kaitan rencana pembentukan koalisi besar dipertanyakan.

Pudar?

Dengan pendeklarasian Ganjar sebagai capres PDIP yang sebelumnya tak pernah didiskusikan bersama partai-partai lainnya di koalisi pro-Jokowi, hal itu seperti mengisyaratkan bahwa pengaruh Jokowi dalam pembentukan koalisi besar melemah atau bahkan pudar.

Alhasil, partai-partai pro-Jokowi lainnya seperti Golkar, PPP, PAN, juga Gerindra dan PKB, tampak berjalan sendiri-sendiri. PPP misalnya, dengan mantap memutuskan mendukung pencapresan Ganjar Pranowo dengan merapat ke PDIP. Kabarnya, PAN akan menyusul bergabung ke PDIP untuk mengusung pencapresan Ganjar.

Baca juga: Golkar Sangat Mungkin Gabung KKIR Dukung Pencapresan Prabowo

Sementara Gerindra dan PKB kelihatan mencoba menggalang kekuatan sendiri dengan mengajak Golkar bergabung membentuk koalisi dengan mengusung pencapresan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Jika pada akhirnya enam partai pendukung pemerintaahan Jokowi terbagi menjadi dua poros koalisi yang mengusung capres berbeda, hal itu tentu bisa ditafsirkan bahwa pengaruh Jokowi untuk menentukan arah tunggal pencapresan dalam wadah koalisi besar telah pudar.

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: dua poros koalisi partai pro-Jokowi, Koalisi Besar, Presiden Jokowi, pudar
Raden Parwoto 5 Mei 2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mengapa Pelaku KDRT Lebih Banyak Pria?
Next Article Mengapa Hasil Survei Capres LSN dan Charta Politika Berbeda Jauh?
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?