JAKARTA: Kabar mengejutkan datang dari stasiun televisi ANTV pada 18 Desember 2024. Seluruh karyawan divisi produksi dilaporkan terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Informasi ini pertama kali tersebar melalui unggahan video TikTok oleh akun @bapaknyafaby, seorang mantan karyawan ANTV, yang menceritakan pengalaman pahit tersebut.
Dalam video yang viral, karyawan itu menjelaskan bahwa pihak Human Capital Development (HCD) mengumpulkan semua karyawan divisi produksi untuk menyampaikan kabar tak terduga ini. “Kami dikumpulkan oleh HCD untuk mendengar kabar tidak menyenangkan. Di mana seluruh divisi produksi di-PHK,” ungkapnya.
Meski berat, ia dan rekan-rekannya harus menerima kenyataan tersebut. “Tapi kenyataan ini harus kami terima,” tambahnya dengan nada penuh emosi. Video tersebut juga menunjukkan suasana perpisahan yang emosional, di mana banyak karyawan mengungkapkan rasa sedih, kecewa, dan kehilangan.
“Tempat kami menggantungkan harapan ternyata harus berakhir sampai di sini. Ada yang sedih, ada juga yang mencoba semangat walaupun hati berduka,” ujar mantan karyawan tersebut.
Video itu memancing reaksi beragam dari netizen. Banyak yang merasa prihatin atas nasib karyawan ANTV dan memberikan dukungan moral di kolom komentar. Beberapa mengungkapkan rasa simpati atas situasi tersebut, sementara yang lain mempertanyakan kebijakan perusahaan.
Meski demikian, di akhir video, sang karyawan tetap menyampaikan rasa terima kasih kepada ANTV atas pengalaman yang telah diberikan selama masa kerja mereka. “Kami akan mengenang semua pengalaman baik selama bekerja di sini,” ucapnya.
Kabar PHK massal ini mengundang perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat, terutama terkait hak-hak karyawan. Dalam konteks hukum, pesangon yang diterima karyawan diatur dalam UU Cipta Kerja. Namun, jumlah pasti pesangon yang diterima karyawan ANTV belum diungkapkan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi perusahaan media lain tentang pentingnya menjaga komunikasi dan transparansi dalam menghadapi situasi sulit seperti ini. Sementara itu, para karyawan yang terdampak diharapkan dapat segera bangkit dan menemukan peluang baru di tengah tantangan yang ada.

