SEMARANG: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem akan melanda 25 wilayah di Jawa Tengah hingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.
Selain itu, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan selatan dan utara Jateng. Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama jika kecepatan angin mencapai lebih dari 16 knot dan ketinggian gelombang melebihi 1,5 meter.
Menurut Doni Prastio, Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, ketinggian gelombang di perairan selatan Jawa Tengah berkisar antara 0,5 hingga 4 meter. Sementara itu, di perairan utara Jateng, ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin 4 hingga 25 knot. “Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran,” ujar Doni pada Minggu (15/12/2024).
Doni menambahkan gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di sejumlah perairan, seperti Kepulauan Karimunjawa bagian barat dan timur, perairan Pekalongan-Kendal, perairan Semarang-Demak, perairan Jepara, serta perairan Pati-Rembang. Selain itu, hujan ringan diperkirakan turun di hampir seluruh kawasan perairan tersebut.
Sementara itu, Farita Rachmawati, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, menyatakan bahwa potensi cuaca ekstrem di Jateng meliputi hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir. Warga diminta tetap waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan pengamatan cuaca pada Minggu pagi pukul 05.30 WIB, wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem meliputi Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Mungkid, Magelang, Boyolali, Klaten, Wonogiri, dan Karanganyar. Selain itu, cuaca ekstrem juga diperkirakan terjadi di Ungaran, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang, Salatiga, dan Ambarawa.
Lebih lanjut, hujan ringan hingga sedang diprediksi mengguyur wilayah Sukoharjo, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Surakarta, dan Semarang.
Angin diperkirakan bertiup dari barat laut ke timur dan timur laut ke selatan dengan kecepatan 3 hingga 30 kilometer per jam. Suhu udara di wilayah Jawa Tengah berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban udara antara 60 hingga 95 persen.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan memantau informasi cuaca secara berkala. Bagi warga yang beraktivitas di perairan, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gelombang tinggi dan angin kencang. Selain itu, langkah mitigasi terhadap bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, perlu terus dilakukan guna meminimalkan dampak buruk akibat cuaca ekstrem.

