Menurut Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (22/11/2024) malam akibat sambaran petir. Petir menyambar pohon tempat kawanan Burung Pipit beristirahat, menyebabkan beberapa ranting patah dan burung-burung tersebut turut tersambar. Informasi ini diperoleh dari petugas pemeliharaan taman dan keamanan bandara.
Setelah kejadian, petugas kebersihan bandara segera membersihkan bangkai burung demi menjaga kenyamanan pengunjung. Saat dilakukan pengecekan oleh tim BKSDA, hanya tersisa tiga bangkai burung yang sudah rusak hingga 90 persen, sehingga tidak memungkinkan dilakukan nekropsi atau analisis lebih lanjut.
BKSDA memastikan bahwa insiden ini murni karena faktor alam dan tidak ada indikasi wabah penyakit yang perlu dikhawatirkan. Ratna juga menegaskan bahwa ekosistem di sekitar bandara tetap dalam kondisi aman. Pihaknya akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.