JAKARTA (Sketsa.co) — Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi jika Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres 2024, mantan Mendikbud itu bisa bertarung kembali di Pilkada DKI 2024-2029. Atau, kemungkinan lain, Anies masuk dalam bursa cawapres 2024.
“Apapun yang dipilihnya, Anies tentu memilih membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan tiket capres di 2029 nanti, lima tahun kemudian,” tulis LSI Denny JA dalam rilis hasil survei, Senin (5/6).
Satu periode menjadi orang nomor satu di Jakarta tentu menjadi modal utama Anies untuk maju kembali di Pilkada DKI 2024.
Jikapun Anies masuk ke bursa cawapres, ia belum tentu akhirnya yang dipilih, walau Anies dapat menaikkan elektabilitas sang capres.
LSI menilai Anies berpotensi menjadi matahari kembar bagi presiden terpilih nantinya.
“Di samping itu, ada rasa khawatir presiden terpilih. Dengan menjadi wapres, bukankah itu membuat Anies menjadi capres yang lebih kuat lagi di 2029 untuk kelak menantang sang Presiden itu sendiri?”
Lalu bagaimana dengan partai-partai di Koalisi Perubahan? Jejak panjang persaingan politik, kecil kemungkinan Demokrat dan Nasdem bergabung dengan PDIP (usung capres Ganjar Pranowo). Sementara karena alasan ideologi atau politik agama, kecil pula kemungkinan PKS berkumpul dengan PDIP (Ganjar).
“Jauh lebih besar kemungkinan Nasdem, PKS, dan Demokrat, bergabung dengan Gerindra usung capres Prabowo,” ungkap LSI.
LSI memperkirakan Anies bisa gagal nyapres jika Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bermasalah secara hukum karena Mahkamah Agung memenangkan gugatan Moeldoko (Kepala Staf Presiden).
Kemungkinan kalahnya Demokrat versi AHY di Mahkamah Agung belum pasti. Tapi kemungkinan itu tak pula bisa sama sekali diabaikan.
Tanpa kehadiran Anies Baswedan sebagai capres, maka Pilpres 2024 hanya diikuti oleh all the president’s men: head to head Prabowo versus Ganjar.
Kondisi inilah yang digali dalam presentasi hasil survei LSI Denny JA kali ini. LSI melakukan survei tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2.9%. Survei dilakukan pada tanggal 3-14 Mei 2023.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI juga memperkaya informasi dan analisa atas isu paling mutakhir dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.

