JAKARTA (Sketsa.co) — Hasil simulasi survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis Senin (5/6) mengungkapkan bahwa Anies Baswedan dan Airlangga Hartarto menjadi kandidat terkuat bursa cawapres jika capres hanya all the president’s man: Prabowo Subianto vs Ganjar Pranowo
Jika mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres, maka capres 2024 hanya diikuti oleh capres dari dua partai besar saja: Ganjar Pranowo dari PDIP versus Prabowo Subianto dari Gerindra.
Peringkat pertama cawapres mengerucut kepada Anies Baswedan vs Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Masing- masing memiliki kekuatan dan kelemahannya.
Anies bisa menambah elektabilitas capres, berbeda dengan cawapres lain. Tapi Anies tidak membawa partai besar, sumber dana, dan pengalaman di pemerintah pusat.
Ditambah lagi, sosok Anies dapat menjadi ancaman bagi sang capres. Anies bisa menjadi matahari kembar bagi presiden terpilih nanti,
Sebaliknya, Airlangga Hartarto memang tidak menambah elektabilitas capres secara langsung melalui personal diri Airlangga sendiri.
Tapi Airlangga bisa mempengaruhi elektabilitas capres secara tidak langsung. Itu karena Airlangga membawa mesin partai besar, sumber dana, pengalaman di pemerintah pusat untuk isu ekonomi.
Di luar Anies dalam bursa cawapres yang mampu mendongkrak elektabilitas capres, Airlangga Hartarto tetap peroleh indeks cawapres tertinggi.
Indeks cawapres ini merupakan variabel yang menjadi pertimbangan penentuan cawapres. Variabel ini antara lain: elektabilitas, ketua umum partai (tiket), tokoh dari ormas besar, pengalaman pemerintahan, dan jaringan sumber dana.
Baca juga: 2 Indikasi AHY Hampir Pasti Cawapres Pendamping Anies
Airlangga Hartarto unggul karena ada tiga variabel yang ia miliki: ketua umum partai, pengalamanan pemerintahan, dan jaringan sumber dana.
Sedangkan cawapres lain hanya memiliki dua atau satu variabel saja: Erick Thohir, Muhaimin Iskandar, Sandiaga Uno, Mahfud MD dan Khofifah.
LSI Denny JA melakukan survei tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2.9%. Survei dilakukan pada tanggal 3-14 Mei 2023.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa atas isu paling mutakhir dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.

