JAKARTA: Nama Alwin Jabarti Kiemas belakangan menjadi sorotan setelah masuk dalam daftar tersangka kasus judi online (judol) yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Penangkapan ini menarik perhatian publik, terutama karena adanya dugaan bahwa Alwin memiliki hubungan keluarga dengan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.
Penangkapan Alwin telah dikonfirmasi oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, pada konferensi pers. Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, Alwin diduga berperan dalam memverifikasi situs judi online agar tidak terblokir. Ia bekerja sama dengan dua tersangka lain, yaitu M alias A dan AK.
“Satu orang mengoordinir tersangka lainnya, termasuk Alwin, untuk menjaga agar website judi tidak diblokir,” jelas Karyoto.
Kabar yang menyebutkan bahwa Alwin adalah keponakan Megawati dibantah keras oleh Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Nasional, Ronny Talapessy. Menurut Ronny, Alwin bukan anggota keluarga Megawati maupun kader PDI Perjuangan. Pihak PDI-P bahkan berencana melaporkan akun media sosial @PartaiSocmed, yang menyebarkan informasi keliru tersebut, ke Polda Metro Jaya.
Akun @PartaiSocmed sebelumnya menyatakan bahwa Alwin adalah keponakan Megawati, mengutip unggahan foto dari Instagram politisi Rano Karno. Namun, Juru Bicara PDIP Chico Hakim menilai penyebaran kabar ini sebagai upaya politisasi hukum menjelang Pilkada 2024.
“Kasus ini diungkap saat masa tenang Pilkada 2024, meski Alwin sudah ditahan sebulan sebelumnya. Ini adalah contoh nyata politisasi hukum,” ujar Chico.
Profil Alwin Jabarti Kiemas
Alwin Jabarti Kiemas dikenal sebagai pengusaha di bidang teknologi digital. Ia adalah pendiri sekaligus CEO dari PT Djelas Tandatangan Bersama (TekenAja), perusahaan yang menyediakan layanan tanda tangan digital. Sebelum mendirikan TekenAja, Alwin memiliki rekam jejak panjang di perusahaan internasional.
Pada tahun 2007, Alwin bekerja di HSBC sebagai asisten manajer kartu kredit sebelum pindah ke Citibank pada 2008. Di Citibank, ia menjabat sebagai vice president risk treasury institutional clients group selama delapan tahun.
Setelah meninggalkan Citibank pada 2016, Alwin mendirikan beberapa perusahaan, termasuk BalitaKita.com, sebuah marketplace untuk kebutuhan bayi, dan PT Veri Jelas (Verijelas), yang menawarkan layanan verifikasi biometrik. Pada tahun 2020, ia mendirikan TekenAja, yang kini telah bermitra dengan sejumlah instansi pemerintah dan BUMN, seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP), BNI, Telkomsigma, dan Askrindo Insurance.
TekenAja juga menggandeng Aidil Cendramata, mantan Direktur Keamanan Informasi Kominfo, sebagai Chief Information Security Officer (CISO). Melalui TekenAja, Alwin berusaha memperluas inovasi digital dengan menjalin kolaborasi strategis dengan lembaga pemerintah dan BUMN.

