JAKARTA: PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) akan segera memasuki jadwal penting terkait pembagian dividen interimnya. Besok, Jumat (27/12/2024), merupakan cum date untuk dividen interim perusahaan tersebut. Cum date adalah tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham dan mendapatkan hak atas dividen yang telah diumumkan. Investor perlu membeli saham sebelum atau pada tanggal ini untuk memenuhi syarat.
ADRO telah menetapkan dividen interim sebesar US$200 juta, setara dengan Rp3,23 triliun berdasarkan kurs Rp16.198 per dolar AS. Keputusan ini diambil oleh direksi dan komisaris pada 16 Desember 2024 dan diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen ADRO menyebut bahwa dividen ini berasal dari laba bersih perusahaan selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024.
Berikut adalah jadwal rinci pembagian dividen interim ADRO:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 27 Desember 2024
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Desember 2024
- Cum dividen di pasar tunai: 2 Januari 2025
- Ex dividen di pasar tunai: 3 Januari 2025
- Record date (pencatatan pemegang saham yang berhak): 2 Januari 2025
- Pengumuman kurs konversi berdasarkan kurs tengah BI: 2 Januari 2025
- Pembagian dividen interim: 15 Januari 2025
Sebagai tambahan, pada 6 Desember 2024, ADRO juga telah membagikan dividen final tunai sebesar Rp41,77 triliun atau Rp1.358,18 per saham. Dividen tersebut berasal dari saldo laba yang belum dicadangkan per 31 Desember 2023.
Dari sisi kinerja, pendapatan usaha ADRO hingga kuartal III/2024 tercatat sebesar US$4,45 miliar, menurun 10,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$4,98 miliar. Pendapatan tersebut terdiri dari beberapa segmen, yakni:
- Penjualan batu bara ekspor ke pihak ketiga: US$3,48 miliar
- Penjualan batu bara domestik ke pihak ketiga: US$751,73 juta
- Penjualan batu bara domestik ke pihak berelasi: US$162,24 juta
- Pendapatan lain-lain: US$52,47 juta
Laba periode berjalan per September 2024 tercatat sebesar US$1,32 miliar. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan 2,95% year-on-year (YoY), menjadi US$1,18 miliar.
Dividen interim ini diharapkan memberikan manfaat bagi para pemegang saham, meskipun perusahaan menghadapi tantangan penurunan pendapatan dan laba bersih. Sebagai salah satu emiten unggulan di sektor pertambangan, ADRO terus menunjukkan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya.
Dengan jadwal yang sudah diumumkan, investor disarankan untuk memanfaatkan periode cum date dan memastikan pencatatan saham sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Keputusan ini akan berperan penting dalam strategi investasi, terutama bagi mereka yang mengincar pendapatan pasif dari dividen.

