Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Lebaran 2025 Diprediksi Serentak Tanggal 31 Maret: Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Lebaran 2025 Diprediksi Serentak Tanggal 31 Maret: Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat
EventNews

Lebaran 2025 Diprediksi Serentak Tanggal 31 Maret: Pemerintah dan Muhammadiyah Sepakat

Last updated: Selasa, 25 Maret 2025, 6:18 PM
By M. Khamdi
Share
4 Min Read
SHARE

JAKARTA: Lebaran 2025 atau Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah diprediksi akan dirayakan serentak oleh umat Islam di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, dalam pernyataannya di Kantor Kemenag, Jakarta.

Contents
Lebaran 2025 Jatuh pada Senin, 31 MaretSidang Isbat Tetap DigelarTahapan Sidang Isbat dan Konferensi PersPosisi Hilal dan Data AstronomiFatwa MUI dan Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah

Menurut Abu Rokhmad, kesamaan tanggal perayaan Lebaran antara pemerintah dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah didasarkan pada perhitungan hisab. Hisab adalah metode astronomis yang digunakan untuk menentukan posisi Bulan dan awal bulan dalam kalender Hijriah.

“Kalau menurut hitung-hitungan hisab, kemungkinan Insya Allah Idul Fitri 2025 akan sama dengan Muhammadiyah,” ujar Abu Rokhmad penuh optimisme.

Lebaran 2025 Jatuh pada Senin, 31 Maret

Lantas, kapan umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri pada tahun 2025? Berdasarkan perhitungan awal, Idul Fitri 1446 Hijriah diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Abu Rokhmad menjelaskan bahwa puasa Ramadhan akan dimulai pada Sabtu, 1 Maret 2025, dan berlangsung selama 30 hari.

Hal ini terjadi karena hilal atau bulan sabit tipis tidak dapat dilihat pada akhir Ramadhan, sehingga jumlah hari puasa digenapkan menjadi 30 hari. “Jika hilal tidak terlihat pada tanggal 29 Ramadhan, maka umur bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, Abu Rokhmad berharap umat Islam dapat merayakan Idul Fitri bersama-sama. “Jadi, Insya Allah, awal Syawal Idul Fitri kita kompak, bareng-bareng,” tambahnya.

Sidang Isbat Tetap Digelar

Meski perhitungan awal menunjukkan kemungkinan Lebaran serentak, Kemenag tetap akan menggelar Sidang Isbat untuk memastikan keputusan tersebut. Sidang Isbat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Maret 2025, atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1446 Hijriah.

“Sebagaimana biasanya, Sidang Isbat digelar pada tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadhan, 29 Ramadhan untuk menetapkan awal Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah,” kata Abu Rokhmad, mengacu pada prosedur yang diatur oleh Kemenag.

Sidang Isbat akan diadakan di kantor pusat Kemenag di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Beberapa pihak akan diundang, termasuk duta besar negara sahabat, ahli falak, perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, serta instansi terkait seperti LAPAN, BMKG, BRIN, dan Planetarium Bosscha.

Tahapan Sidang Isbat dan Konferensi Pers

Sidang Isbat akan dimulai dengan seminar mengenai posisi hilal pada Sabtu sore pukul 16.30 WIB. Seminar ini berlangsung hingga menjelang maghrib. Setelah itu, proses penetapan awal Syawal akan dilakukan dalam Sidang Isbat tertutup yang dimulai pukul 18.45 WIB.

Hasil Sidang Isbat akan diumumkan kepada masyarakat melalui konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Pengumuman ini diharapkan memberi kepastian kepada seluruh umat Islam di Indonesia mengenai kapan mereka akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Posisi Hilal dan Data Astronomi

Abu Rokhmad juga menjelaskan data astronomi yang menjadi dasar perhitungan awal Syawal. Menurut hasil hisab, ijtimak atau konjungsi terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025, pukul 17.57.58 WIB. Posisi hilal saat itu diperkirakan berada di antara -3 derajat di Papua hingga -1 derajat di Aceh ketika Matahari terbenam.

“Data-data astronomi ini kemudian diverifikasi melalui mekanisme rukyat,” ujar Abu Rokhmad. Mekanisme rukyat adalah proses observasi langsung untuk melihat hilal dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu seperti teleskop.

Fatwa MUI dan Metode Penetapan Awal Bulan Hijriah

Penetapan awal Syawal juga mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Fatwa tersebut mengatur bahwa metode hisab dan rukyat digunakan oleh Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama, untuk menetapkan awal bulan Hijriah yang berlaku secara nasional.

Dengan prediksi kesamaan perayaan Lebaran ini, Abu Rokhmad berharap umat Islam di Indonesia bisa menyambut Hari Raya Idul Fitri 2025 dengan penuh kebersamaan dan kekompakan. “Mudah-mudahan kita bisa merayakan Lebaran bersama dan semakin mempererat tali persaudaraan di momen kemenangan ini,” tutupnya dengan penuh harap.

You Might Also Like

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

Fatwa Muhammadiyah tentang Kripto: Tentukan Mana Halal, Mana Haram…

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

TAGGED: idulfitri, lebaran, Muhammadiyah, Pemerintah, prediksi lebaran 31 Maret 2025, sidang isbat
M. Khamdi 25 Maret 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Produktif Sambil Menunggu Panggilan Kerja? Ini Lima Pekerjaan Freelance yang Bisa Kamu Coba
Next Article BKN Targetkan Penetapan NIP CPNS dan PPPK 2025, Cek Jadwal dan Prosedurnya!
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?