Jakarta – Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2024 menjadi momen istimewa bagi komunitas difabel di Indonesia. Kementerian Sosial (Kemensos) menggelar perayaan ini di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dari 1 hingga 3 Desember. Acara ini menyajikan berbagai penampilan yang penuh semangat, dihadiri oleh ribuan pengunjung. Pada hari pertama saja, sebanyak 3.000 orang memadati lokasi, menjadikan HDI 2024 sebagai ajang yang meriah sekaligus menginspirasi.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah puisi dari Khansa Fathiyyah Lano, seorang gadis berusia 7 tahun dengan disabilitas fisik. Khansa membacakan puisi berjudul “Kenapa Aku di Kursi Roda” yang ditulis oleh ayahnya. Penampilannya berhasil menyentuh hati para penonton. Ibunya, Laila Nursila, mengungkapkan rasa bangganya atas keberanian putrinya tampil di depan banyak orang.
“Anak saya sangat bahagia, terlebih bisa bertemu banyak penyandang disabilitas lain. Rasanya seperti bertemu keluarga,” ujar Laila.
Penampilan tak kalah mengesankan datang dari Kelompok Ibune Winsar, yang terdiri atas 13 gadis cilik dengan berbagai jenis disabilitas. Mereka menari dengan semangat diiringi lagu Kicir-kicir. Dwi Handayatun, ketua dan pelatih kelompok ini, merasa bangga anak-anak asuhnya bisa tampil di acara besar ini, apalagi untuk pertama kalinya mereka tampil di luar lingkungan rumah.
Selain itu, berbagai penampilan lain turut memeriahkan acara. Wyata Guna Band, yang beranggotakan penyandang disabilitas netra, menyajikan musik live. Ada juga aksi stand-up komedi oleh Angga Wahyudi, seorang penyandang disabilitas fisik, serta penampilan Dana dari Sentra Wasana Bahagia Ternate yang membawakan lagu Hero. Kreativitas para difabel juga terlihat dalam peragaan busana batik ciprat, karya dari penyandang disabilitas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, hadir untuk membuka acara. Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menekankan pentingnya kesetaraan akses dalam pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.
“Selamat datang semua, mari kita ciptakan tiga hari penuh kebahagiaan dan kesetaraan, memberikan peluang yang sama bagi setiap warga negara Indonesia,” ujar Gus Ipul.
Acara ini juga menyediakan berbagai layanan gratis bagi pengunjung, seperti pemeriksaan kesehatan, terapi, tes IQ, konseling, layanan alat bantu, dan literasi braille. Booth pendidikan inklusif dan olahraga memberikan informasi penting untuk menunjang perkembangan akademis maupun non-akademis penyandang disabilitas.
Hari Disabilitas Internasional 2024 di TIM menjadi bukti nyata bahwa inklusivitas dan keberagaman dapat dirayakan dengan semangat tinggi. Melalui berbagai penampilan dan layanan yang tersedia, acara ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mendukung penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi terbaik mereka, sekaligus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan kesetaraan.

