JAKARTA: Dulu, kelulusan kuliah hanyalah setengah dari perjuangan. Setelah itu, mahasiswa harus menghadapi ribetnya urusan legalisasi ijazah: bolak-balik fotokopi, antri panjang, dan menjilid berkas untuk berbagai keperluan kerja. Namun kini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melakukan terobosan besar dengan meluncurkan Ijazah Digital.
Bukan sekadar file PDF biasa, Ijazah Digital UBSI menggunakan teknologi canggih yang memungkinkan verifikasi instan. Perusahaan tidak perlu lagi repot menghubungi pihak kampus untuk memastikan keaslian dokumen. Cukup klik tautan yang diberikan, keabsahan ijazah dapat langsung dicek dalam hitungan detik.
Bayangkan, jika sebelumnya proses verifikasi ijazah oleh HRD bisa memakan waktu berhari-hari, kini semuanya dapat dilakukan dalam sekejap. Praktis, cepat, dan transparan.
“Inovasi ini kami hadirkan untuk menghilangkan hambatan administratif bagi lulusan UBSI dalam memasuki dunia kerja,” ujar Adi Supriyatna, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (11/4/2025).
Menurut Adi, tantangan birokrasi seperti legalisasi berbelit dan risiko kehilangan dokumen fisik kerap menjadi kendala bagi lulusan baru. Dengan adanya Ijazah Digital, alumni UBSI dapat mengakses dan menunjukkan ijazah mereka kapan saja, tanpa perlu khawatir soal keaslian dokumen.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan tren global, di mana banyak perusahaan kini beralih ke sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses rekrutmen. Selain mempermudah para lulusan, Ijazah Digital UBSI juga membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja berkualitas dengan proses administrasi yang lebih aman dan cepat.
“Dengan inovasi ini, lulusan UBSI tak perlu lagi cemas soal legalisasi berbelit. Sementara HRD pun bisa lebih tenang karena proses verifikasi dokumen jadi lebih mudah dan terpercaya,” tambah Adi.
Kehadiran Ijazah Digital menegaskan komitmen UBSI untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, mempersiapkan lulusannya agar lebih siap bersaing di dunia profesional yang semakin menuntut kecepatan dan akurasi.
“Jadi, kalau kamu lulusan UBSI, nggak perlu takut ribet lagi. Dan kalau kamu HRD, nggak perlu khawatir soal dokumen palsu. Dengan Ijazah Digital ini, UBSI membuktikan bahwa dunia kerja bisa jadi lebih sat-set, sat-set!” pungkas Adi dengan semangat.
Melalui terobosan ini, UBSI tak hanya mengukuhkan posisinya sebagai kampus kreatif berbasis digital, tetapi juga menjadi pelopor kemudahan administrasi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

