Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: 17 Korban Jiwa Akibat Longsor Pekalongan: Evakuasi Masih Terhambat
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » 17 Korban Jiwa Akibat Longsor Pekalongan: Evakuasi Masih Terhambat
NewsPublik

17 Korban Jiwa Akibat Longsor Pekalongan: Evakuasi Masih Terhambat

Last updated: Rabu, 22 Januari 2025, 1:42 PM
By M. Khamdi
Share
3 Min Read
Foto/Istimewa
SHARE

PEKALONGAN, Jawa Tengah: Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (21/1/2025), mengakibatkan kerugian besar dan duka mendalam bagi masyarakat. Sembilan desa terdampak akibat bencana ini, dengan Desa Kasimpar menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan lumpuhnya akses jalan antar-desa.

Menurut laporan terbaru, sebanyak 17 orang meninggal dunia, sementara 8 lainnya masih dalam pencarian. Upaya pencarian korban melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Basarnas, serta relawan. Namun, proses evakuasi mengalami kendala berat akibat sulitnya akses menuju lokasi terdampak, terutama karena medan yang jauh dari jalan utama.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, menjelaskan bahwa evakuasi harus dilakukan dengan ekstra hati-hati. “Evakuasi sangat sulit karena akses ke lokasi memerlukan waktu lama dan banyak tantangan,” ungkapnya. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim asesmen untuk membantu penanganan pada Rabu (22/1/2025). Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BNPB, Bambang Surya Putra, menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan untuk mempercepat evakuasi dan bantuan logistik.

Desa Kasimpar

Dari sembilan desa yang terdampak, Desa Kasimpar mengalami kerusakan paling parah. Seorang warga Desa Telogopakis, Winarno, menyebutkan bahwa Desa Kasimpar memiliki korban terbanyak dan akses yang sepenuhnya lumpuh. “Hampir semua desa terkena dampaknya, tetapi Kasimpar adalah yang terparah. Jalan utama menuju Pekalongan juga tidak bisa dilewati,” kata Winarno. Ia menambahkan bahwa meskipun Desa Telogopakis juga terdampak, kondisi di desanya lebih terkendali dibandingkan Kasimpar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah mengungkapkan bahwa longsor ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara terus-menerus. Analis Stasiun Klimatologi BMKG Jateng, Zauyik, menjelaskan bahwa hujan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi tiga faktor, yakni Monsun Asia, aktivitas gelombang atmosfer ekuatorial Rossby, dan siklon tropis Sean yang terbentuk di wilayah barat Australia.

Korban Jiwa dan Hilang

Sebanyak 17 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi. Mereka berasal dari berbagai desa terdampak, termasuk Desa Kasimpar, Tlogohendro, Yosorejo, dan Gumelem. Nama-nama seperti Revalina (19 tahun), Suyati, dan Kiki Pramudita (23 tahun) menjadi bagian dari daftar duka ini. Di sisi lain, korban yang masih dalam pencarian berjumlah 8 orang, termasuk warga Desa Kasimpar, Tlogohendro, dan wilayah sekitarnya.

Penanganan dan Harapan

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor seperti Petungkriyono. Winarno berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki akses jalan dan memberikan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal. “Proses pemulihan akan memakan waktu lama, tapi kami tetap berharap agar semuanya bisa kembali seperti semula,” tutupnya.

Hingga saat ini, upaya evakuasi dan pemulihan terus dilakukan, dengan prioritas utama mencari korban yang hilang dan memberikan bantuan kepada para penyintas. Kejadian ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Pekalongan, namun juga mengingatkan semua pihak untuk lebih waspada terhadap ancaman bencana di masa depan.

You Might Also Like

Pink Moon Bakal Menghiasi Langit Indonesia pada 2 April 2026

Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Siklon Narelle

GAK ADA REM! Dedi Sitorus Ngomong HAM, Netizen Balik “Hajar”: Munir dan Theys Mana?!

Teknologi Blockchain Efektif untuk Pemberantasan Korupsi

TAGGED: banjir bandang, bencana longsor, bencana longsor Pekalongan, korban meninggal longsor pekalongan, Pekalongan
M. Khamdi 22 Januari 2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Ayo Tukarkan Minyak Jelantah dengan Saldo E-Wallet Rp 6.000 per Liter!
Next Article Panduan Lengkap BLT BBM Rp600.000: Cara Daftar dan Cek Penerima di Tahun 2025
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
Apa Kabar Industri Kripto Iran
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih

Latest News

Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
OJK: Pinjol Nunggak Lebih 90 Hari Tidak Otomatis Lunas atau Hangus.
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?