JAKARTA: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk memitigasi potensi kecelakaan di jalur tol fungsional yang akan digunakan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Menurutnya, meskipun tol fungsional dapat mengurangi kemacetan, penggunaannya pada masa libur panjang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemetaan titik rawan kecelakaan guna mencegah insiden.
“Harus ada antisipasi agar tidak terjadi penambahan titik rawan kecelakaan atau wilayah dengan potensi bahaya yang meningkat,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya. Ia juga meminta agar wilayah-wilayah yang berpotensi rawan kecelakaan diberi peringatan yang jelas sehingga masyarakat dapat lebih berhati-hati saat melintas.
Kapolri secara khusus meminta Polda Jawa Tengah dan DIY untuk melakukan evaluasi rutin guna mengatasi permasalahan yang mungkin muncul di lapangan. Selain itu, ia menginstruksikan agar seluruh personel Korps Bhayangkara yang bertugas menyiapkan berbagai antisipasi menghadapi situasi yang mungkin terjadi selama pengamanan libur Nataru.
“Anggota harus memahami cara bertindak mulai dari situasi normal, ramai, hingga kondisi darurat. Evaluasi terus-menerus sangat diperlukan,” tambahnya.
Di sisi lain, Jenderal Sigit juga mengingatkan masyarakat yang bepergian untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah selama perjalanan. Ia mengimbau agar pengendara memanfaatkan posko dan rest area yang telah disediakan untuk beristirahat.
“Jangan memaksakan diri untuk cepat sampai tujuan. Jika lelah, manfaatkan rest area atau tempat istirahat yang sudah disiapkan. Ini penting agar perjalanan lebih aman,” imbaunya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman selama libur panjang, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalur tol fungsional.

