JAKARTA (Sketsa.co) — Fenomena alam khusus seperti gerhana matahari atau gerhana bulan dimaknai berbeda-beda sejak zaman dulu.
Ada beberapa mitos yang terkait dengan gerhana bulan di berbagai budaya di seluruh dunia. Beberapa di antaranya adalah:
Mitos Kebudayaan Hindu: Dalam kebudayaan Hindu, gerhana bulan dianggap sebagai saat yang tidak baik untuk melakukan aktivitas apapun, terutama ritual keagamaan. Mitos juga mengatakan bahwa energi negatif yang kuat terkait dengan gerhana bulan dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan binatang.
Dalam cerita rakyat Hindu di Bali, gerhana bulan total disebut sebagai bulan kepangan. Dewi Ratih yang disimbolkan sebagai bulan dimakan oleh kala rahu (raksasa). Untuk menyelamatkan bulan, warga memukul kentongan mengusir raksasa agar batal menelan bulan.
Mitos Mesir Kuno: Di Mesir Kuno, gerhana bulan dianggap sebagai saat di mana dewa Anubis sedang memakan bulan. Mitos ini menggambarkan gerhana bulan sebagai tanda malapetaka yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Mitos China: Dalam kebudayaan China, gerhana bulan dianggap sebagai tanda peringatan dari dewa-dewa. Mitos ini mengatakan bahwa selama gerhana bulan, dewa-dewa menjadi marah dan bisa menyebabkan bencana dan musibah.
Mitos Aztec: Di budaya Aztec, gerhana bulan dianggap sebagai tanda bahwa dewa perang sedang bertempur melawan bulan. Mitos ini menggambarkan gerhana bulan sebagai tanda pertempuran yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Baca juga: Mitos-mitos Gerhana Matahari
Namun, penting untuk diingat bahwa mitos-mitos tersebut hanyalah cerita dan kepercayaan dari masyarakat pada masa lalu yang sebagian berlanjut hingga kini.
Secara ilmiah, gerhana bulan adalah fenomena alami yang terjadi ketika bulan berada di belakang bumi sehingga terjadi bayangan pada permukaan bulan.
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa gerhana bulan memiliki dampak negatif pada manusia atau kehidupan lainnya.

