JAKARTA (Sketsa.co) — Setelah Ganjar Pranowo resmi dideklarasikan sebagai bakal calon presiden dari PDIP, pertanyaan yang muncul kini: siapa bakal calon wakil presiden pendamping Gubernur Jawa Tengah tersebut?
Ditanya soal itu usai shalat Idul Fitri di Masjid Sheikh Zayed, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/4), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan sejumlah nama yang dinilainya cocok untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
“Yang cocok banyak. Ada Pak ET (Erick Thohir), ada Pak Sandiaga, kan banyak kan. Ada Pak Mahfud. Ada Pak Ridwan Kamil,” kata Jokowi. “Ada Cak Imin (Muhaimin Iskandar), ada Pak Airlangga. Banyak, termasuk Pak Prabowo,” tambahnya.
Berbeda dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang memberikan mandat penuh kepada bacapres Anies Baswedan untuk menentukan nama bacawapres pendampingnya, PDIP tak memberikan mandat serupa kepada Ganjar Pranowo.
Hal itu berarti, bacawapres yang akan mendampingi Ganjar juga akan ditentukan PDIP, yang kemungkianan besar akan menjalin kerjasama politik atau koalisi dengan partai lainnya.
Meski demikian, nama-nama kandidat cawapres potensial untuk Ganjar agaknya tak akan keluar dari sejumlah nama yang disebutkan oleh Jokowi.
Merapat ke PDIP
Tinggal, persoalannya, partai mana saja yang akan merapat ke PDIP untuk mengusung pencapresan Ganjar? Kalau PAN dan PPP bergabung ke PDIP, maka peluang Erick Thohir untuk menjadi bacawapres Ganjar sangat besar, karena Menteri BUMN itu diketahui memiliki kedekatan dengan kedua partai bercorak Islam tersebut.
Kemungkinan lain tentu nama Sandiaga Uno, Menparekraf yang kini masih tercatat sebagai kader Partai Gerindra. Pekan depan, Sandiaga disebut-sebut akan mengambil keputusan soal kabar kepindahannya ke PPP. Adakah ini terkait dengan peluangnya untuk menjadi bacawapres?
Tentu saja nama Ridwan Kamil patut dipertimbangkan juga mengingat sebagai kader Golkar, Gubernur Jawa Barat ini memiliki elektabilitas tinggi sebagai cawapres. Ada kemungkinan Golkar merapat ke PDIP untuk turut mengusung Ganjar dengan menyodorkan RK sebagai bakal cawapres.
Baca juga: PDIP Capreskan Ganjar, Bukti Mega-Jokowi Satu Sikap
Bisa juga sekonyong-konyong Ganjar dipasangkan dengan Mahfud MD, Menko Polhukam, yang namanya belakangan kian moncer karena mengungkap isu dugaan pencucian uang ratusan triliun rupiah di lingkungan Kementerian Keuangan.
Yang paling mengejutkan tentu saja kalau pada akhirnya Ketum Gerindra Prabowo Subianto “mengalah” dan bersedia menjadi bacawapres pendamping Ganjar. Dalam penerawangan sejumah analis politik, kalau keduanya berduet sebagai capres-cawapres akan mudah memenangkan kontestasi Pilpres 2024…

