Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Kejenuhan Jadi Pemicu Tingginya Angka Golput di Pilgub Jakarta 2024
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Kejenuhan Jadi Pemicu Tingginya Angka Golput di Pilgub Jakarta 2024
Politik

Kejenuhan Jadi Pemicu Tingginya Angka Golput di Pilgub Jakarta 2024

Last updated: Jumat, 29 November 2024, 12:23 PM
By Sarjito Hambeng
Share
2 Min Read
SHARE

JAKARTA: Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilgub DKI Jakarta 2024 dilaporkan rendah, dengan angka golput mencapai lebih dari 40 persen berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count. Golput merujuk pada keputusan pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

Lembaga Survei Indonesia mencatat tingkat partisipasi sebesar 57,69 persen, yang berarti 42,31 persen pemilih tidak menggunakan hak pilih. Sementara itu, Indikator Politik melaporkan partisipasi sebesar 67,76 persen, menunjukkan 32,24 persen golput.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengakui target partisipasi 80 persen dalam Pilkada Serentak 2024 sulit dicapai. Ia menjelaskan, perbedaan kondisi antara pilkada dan pilpres menjadi salah satu penyebab. “Kalau dulu banyak tim sukses caleg ikut bekerja, sekarang rentangnya agak jauh dari paslon hingga ke bawah,” ungkap Bima di TPS 06 Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/11).

Angka golput yang tinggi ini menjadi tantangan serius untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi, terutama di tingkat lokal seperti pilgub.

Jenuh

Faktor utama yang disinyalir membuat banyak warga enggan datang ke TPS adalah kejenuhan politik. Warga merasa bahwa hajatan pemilu seperti berlarut dan berkepanjangan sejak digelarnya Pemilu Legislatif dan Pilpres pada 14 Februari lalu.

Ada kejenuhan yang melanda kuat di kalangan pemilih sehingga banyak dari mereka memilih untuk tidak datang memberikan suara di TPS.

Di Jakarta, sejumlah warga merasa bahwa siapapun yang terpilih menjadi gubernur-wakil gubernur tak banyak berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Mereka pesimistis bahwa persoalan utama Jakarta seperti kemacetsn dan banjir akan bisa ditangani dengan segera dan memuaskan siapapun yang nanti memimpin wilayah ini.

Dengan demikianm, mereka merasa tidak ada urgensinya untuk berpartisipasi menggunakan hak pilih di Pilkada Jakarta 2024.

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Golput, golput tinggi, kejenuhan politik, Pilgub DKI Jakarta 2024, Pilkada Jakarta
Sarjito Hambeng 29 November 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Mengapa PKS Tumbang di Lumbung Suara Tradisional pada Pilkada 2024?
Next Article Real Count KPU: Pramono-Rano Unggul Sementara dalam Pilkada DKI Jakarta 2024
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?