Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Mengapa PKS Tumbang di Lumbung Suara Tradisional pada Pilkada 2024?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Mengapa PKS Tumbang di Lumbung Suara Tradisional pada Pilkada 2024?
Politik

Mengapa PKS Tumbang di Lumbung Suara Tradisional pada Pilkada 2024?

Last updated: Jumat, 29 November 2024, 12:02 PM
By Sarjito Hambeng
Share
2 Min Read
SHARE

JAKARTA: Calon kepala daerah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami kekalahan di basis suara tradisional mereka, seperti DKI Jakarta, Depok, dan Jawa Barat pada Pilkada 2024.

Di Jakarta, pasangan Ridwan Kamil-Suswono kalah dari Pramono Anung-Rano Karno, berdasarkan hasil hitung cepat. Suswono, kader senior PKS yang pernah menjadi Menteri Pertanian, dinilai kurang dikenal.

Di Kota Depok, Jawa Barat, pasangan Imam Budi Hartono-Ririn Farabi Arafiq yang diusung PKS dan Golkar tumbang melawan Supian Suri-Chandra Rahmansyah. Sementara di Jawa Barat, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie kalah dari Dedi Mulyadi, kader Partai Gerindra.

Melemahnya mesin partai PKS disebut-sebut sebagai penyebab utama Pun konflik internal yang melahirkan Partai Gelora turut memengaruhi performa partai dakwah tersebut.

Dalam hal Depok, minimnya pencapaian signifikan selama dua decade kader PKS memimpin Depok menjadi faktor lain yang dinilai mempengaruhi kekalahan paslon mereka kali ini.

Di sisi lain, pemilih yang semakin cerdas tidak lagi hanya loyal pada partai. Ini terlihat dari fenomena split voters, di mana pendukung partai tidak serta-merta memilih calon kepala daerah yang diusung partai tersebut.

Faktor Anies Baswedan

 

Tentu saja kekecewaan akibat batalnya pengusungan Anies Baswedan sebagai kandidat gubernur di Jakarta tak bisa dipungkiri turut menjadi penyebab melemahnya dukungan PKS.

Fakta bahwa Anies justru mendukung Pramono Anung-Rano Karno yang diusung PDI Perjuangan, harus diakui telah berhasil menarik basis pemilih loyalnya, yang sesungguhnya banyak di antaranya bersinggungan dengan basis massa PKS.

Faktor Anies ini tidak bisa diremehkan mengingat ketokohannya di kalangan basis massa PKS itu nyata dan signifikan. Bahkan ketokohan Anies di kalangan pendukung PKS situ melampaui sekat regional Jakarta.

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Anies Baswedan, Depok, Jakarta, jawa barat, Pilkada 2024, PKS, PKS tumbang
Sarjito Hambeng 29 November 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru di Hari Guru Nasional
Next Article Kejenuhan Jadi Pemicu Tingginya Angka Golput di Pilgub Jakarta 2024
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?