JAKARTA (Sketsa.co) — Pelantikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Rabu (21/1) menandai titik balik karir politik putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu dalam blantika perpolitikan Tanah Air.
Setelah sempat gagal mengadu peruntungan di Pilkada DKI 2017 sesaat setelah keluar dari dinas TNI, AHY juga sempat digadang-gadang menjadi bakal calon wakil presiden pendamping bakal capres Anies Baswedan. Namun, ikhtiar itu kandas setelah sekonyong-konyong Nasdem dan PKB mendeklarasikan pasangan bacapres-bacawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Pilpres 2024.
Setelah memilih keluar dari kesepakatan koalisi bersama Nasdem dan PKS, Demokrat akhirnya menjatuhkan pilihan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju yang mengusung pencapresan Ketum Gerindra/Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Meski hasil Pilpres 2024 masih dihitung, namun ada tanda-tanda kuat yang memperlihatkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka sangat mungkin memenangkan kontestasi tersebut dengan sekali putaran.
Jika pada akhirnya Prabowo dilantik menjadi presiden, hampir bisa dipastikan AHY akan masuk menjadi salah satu jajaran menteri kabinetnya. Relasi yang cair dan baik antara Prabowo dan SBY, juga dengan AHY, akan membukakan jalan mudah bagi sejumlah kader potensial Demokrat untuk terlibat aktif dalam pemerintahan Prabowo ke depannya.
Menuju 2029
Ada yang bilang status AHY sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi yang hanya tersisa 8 bulan ini diibaratkan sebagai “tempat magang” sebelum akhirnya bakal menduduki kursi menteri lainnya di kabinet baru pemerintahan mendatang jika Prabowo menjadi presiden.
Dengan menjadi menteri, AHY niscaya mendapatkan “panggung baru” yang memberikan keleluasaan baginya untuk berinteraksi dan berhadapan dengan masyarakat luas. Di bawah sorotan kamera, AHY akan menghadapi rutinitas berhadapan dengan awak media dan masuk dalam ruang-ruang pemberitaan media, baik mainstream (media pers/jurnalistik) maupun media sosial.
Baca juga: Akhirnya Demokrat Jatuh dalam “Pelukan” Presiden Jokowi…
JIka AHY mampu memanfaatkan panggung baru itu dengan efektif, hal itu niscaya bakal makin mengerek popularitasnya. Sebagai sosok yang relatif masih muda dengan penampilan yang memikat, AHY akan dengan mudah mendapatkan apresiasi dan simpati publik.
Singkat kata, jika semuanya berjalan lancar, pada Pilpres 2029, AHY sangat potensial menjadi sosok yang punya kans besar untuk terlibat dalam kontestasi, entah sebagai kandidat presiden atau wapres. AHY akan menjadi sosok yang dipertimbangkan serius baik oleh kawan maupun lawan politiknya di masa depan.
Di sisi lain, dengan kinerja Partai Demokrat yang hampir pasti mengukuhkan dirinya sebagai partai menengah di DPR periode mendatang, hal itu juga menambah daya tawar AHY terhadap para elite politik lainnya di masa depan…

