Sketsa.co
  • News
  • Ekonomi Bisnis
  • Historia
  • Lowongan Kerja
  • Event
  • Finansial
  • Internasional
  • Obituari
  • Opini
Reading: Apakah Film “Dirty Vote” Pengaruhi Sikap Pemilih pada 14 Februari?
Share
Aa
Aa
Sketsa.co
  • Home
  • News
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
Search
  • Home
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5
  • Categories
    • Tech News
  • Bookmarks
  • More Foxiz
    • Sitemap
Follow US
  • Contact
  • Blog
  • Complaint
  • Advertise
© 2023 Raka. All Rights Reserved.
Home » Blog » Apakah Film “Dirty Vote” Pengaruhi Sikap Pemilih pada 14 Februari?
Politik

Apakah Film “Dirty Vote” Pengaruhi Sikap Pemilih pada 14 Februari?

Beberapa dugaan kecurangan yang dimaksud dalam film tersebut terkait dengan operasi pemenangan pasangan calon tertentu dengan cara seperti pengerahan penjabat kepala daerah, pembagian bantuan sosial (bansos), hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90 yang membukakan peluang bagi Gibran Rakabuming Raka (Walikota Surakarta/Solo) untuk ikut Pilpres 2024.

Last updated: Senin, 12 Februari 2024, 2:41 PM
By Raden Parwoto
Share
3 Min Read
Zainal Arifin Mochtar (pakai jam tangan), Bivitri Susanti (duduk) dan Feri Amsari. (Foto/Istimewa)
SHARE

JAKARTA (Sketsa.co) — Rumah produksi Watchdog merilis film dokumenter berjudul “Dirty Vote” pada Minggu (11/2) di platform media sosial berbagi video, YouTube. Sejak dirilis pukul 11.00, hingga kini film itu telah ditonton lebih dari 6 juta kali.

Film dokumenter garapan Dandhy Laksono ini menampilkan tiga pakar hukum tata negara,  Bivitri Susanti (pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Jakarta), Feri Amsari (dosen Universitas Andalas, Padang), dan Zainal Arifin Mochtar (dosen Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta). Ketiganya memaparkan dugaan kecurangan Pemilu 2024 secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Beberapa dugaan kecurangan yang dimaksud dalam film tersebut terkait dengan operasi pemenangan pasangan calon tertentu dengan cara seperti pengerahan penjabat kepala daerah, pembagian bantuan sosial (bansos), hingga putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 90 yang membukakan peluang bagi Gibran Rakabuming Raka (Walikota Surakarta/Solo) untuk ikut Pilpres 2024.

Rangkaian Pemilu 2024 (pemilihan legislatif dan pilpres) akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. Pilpres diikuti oleh pasangan calon (paslon) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (nomor urut 01), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (02) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (03).

Baca juga: Menakar Dampak Elektoral Kehadiran Ahok dalam Hiruk-Pikuk Pemilu 2024

Merespons rilis film “Dirty Vote”.  Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menilai film dokumenter berdurasi 1 Jam 57 menit itu mengandung konten bernada fitnah.

“Sebagaian besar yang disampaikan film itu adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang bernada asumtif dan sangat tidak ilmiah. Saya mempertanyakan kapasitas tokoh-tokoh yang ada di film itu,“ kata Wakil Ketua TKN Prabowo Gibran, Habiburokhman, di Media Center TKN Prabowo Gibran, Jakarta Selatan, Minggu siang.

Habiburokhman menilai film itu memiliki tendensi dan keinginan untuk mendegradasi Pemilu 2024 dengan narasi yang menurutnya sangat tidak berdasar.  Menurut dia, rakyat paham pihak mana yang melakukan kecurangan serta Presiden Jokowi yang berkomitmen menegakkan demokrasi.

Dampak Elektoral

Pertanyaannya, adakah beredarnya film “Dirty Vote” tersebut memberikan dampak elektoral yang menguntungkan paslon 01 dan atau 03, serta merugikan 02?
Dalam rentang waktu kurang dari empat hari menuju hari H pemungutan suara pada 14 Februari 2024, agaknya tak akan ada dampak elektoral signifikan, entah yang cenderung menguntungkan paslon 01 dan atau 03, serta kemungkinan merugikan paslon 02.
Di sisi lain, kalaupun film itu mempengaruhi alam pikiran dan sikap pemilih, rasanya akan sangat terbatas pada segmen kelompok menengah kritis yang sejauh ini belum mengambil keputusan untuk memilih salah satu paslon (undecided voter) atau swing voter.
Namun, kalau jumlah penonton film itu makin banyak, dan makin meluas yang mempercayai konten film tersebut, hal itu tentu bisa mempengaruhi persepsi tentang kredibilitas Pemilu 2024 beserta hasil-hasilnya, termasuk Pilpres 2024. Semua itu akan bermuara pada persoalan legitimasi hasil pemilu, dan ini tentu tak menguntungkan bagi jalannya pemerintahan hasil Pemilu 2024.

 

You Might Also Like

Peluang Prabowo di Pilpres 2029 jika Tanpa Gibran Cawapres

Membaca Ketegangan Naratif Kubu Pro Prabowo Vs Kubu Pro Jokowi

Tafsir Atas Teriakan Lantang Jokowi, “Saya Masih Sanggup…”

Isu Ijazah Palsu Jokowi dan Spekulasi Pilpres 2029

TAGGED: Bivitri Susanti, Dandhy Laksono, Dirty Vote, Feri Amsari, Habiburokhman, Pilpres 2024, TKN Prabowo-Gibran, Zainal Arifin Mochtar
Raden Parwoto 12 Februari 2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Share
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Previous Article Menakar Dampak Elektoral Kehadiran Ahok dalam Hiruk-Pikuk Pemilu 2024
Next Article Saat Prabowo Presiden & Jokowi Mantan Presiden
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Articles

Latest News

Pindah KTP Antar-Provinsi Sekarang Lebih Gampang
Syarat Pelamar Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah Buka 30.000 Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Status Pegawai BUMN
Selamat Datang “Ijazah Blockchain”
Apa Kabar Industri Kripto Iran
SuarNews.com
- Advertisement -
Sketsa.co
Follow US

© 2022 Raka Design Company. All Rights Reserved.

  • About Us
  • Contact
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Siber
  • Redaksi

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?