JAKARTA (Sketsa.co) — Elite Gerindra mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang menyebut bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencerminkan ambisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkuasa selama tiga periode.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menilai pernyataan tersebut sebagai upaya untuk merendahkan Jokowi, dan ia memastikan bahwa Jokowi tidak memiliki niatan untuk menjabat tiga periode.
“Dengan apa yang dikatakan Hasto, itu hanya usaha untuk men-downgrade Presiden Jokowi,” tegas Muzani di Jakarta pada Jumat (26/1). Muzani juga memprediksi bahwa jika Hasto berhasil men-downgrade Presiden Jokowi, hal tersebut akan berdampak negatif pada pasangan calon Prabowo-Gibran.
Meskipun Prabowo berasal dari Partai Gerindra, Muzani menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi, mengingat hanya program-programnya saja yang mirip dengan Jokowi. “Kan Pak Jokowi ini akan mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 20 Oktober 2024, dan menurut saya, tuduhan untuk men-downgrade Pak Jokowi oleh Hasto tidak memiliki dasar,” papar Muzani.
Baca juga: Anomali Itu Berjudul ‘Kampanye Dipadati Massa Tapi Elektabilitas Rendah’
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa pasangan Prabowo-Gibran merepresentasikan keinginan Jokowi untuk menjabat tiga periode. Hasto menganggap pernyataan kontroversial Jokowi, yang memperbolehkan seorang kepala negara untuk berpihak dan berkampanye di pemilihan presiden, sebagai bukti ambisi tiga periode. Namun, Gerindra dan Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan politik.
Tudingan panas yang dilontarkan Hasto Kristiyanto kian menambah daftar gesekan antara PDIP dengan Jokowi yang pada Pilpres 2024 ini memilih berbeda langkah politik dengan partai pengusungnya dua periode sebagai presiden tersebut.
Patang Arang
Agaknya, PDIP memang sudah “patah arang” dengan Jokowi, yang dulu dielu-elukan sebagai kader terbaik. Sebaliknya, langkah Jokowi untuk lebih mendukung pencapresan Prabowo yang berpasangan dengan anaknya, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres, telah menggoreskan “luka” besar di tubuh partai banteng.
Di luar soal alasan atau argumen di balik Jokowi lebih memilih mendukung pencapresan Prabowo daripada Ganjar Pranowo sebagai sesama kader PDIP, penilaian miring Hasto bahwa Prabowo-Gibran adalah cermin Jokowi tiga periode tentu menambah ketegangan hubungan antara PDIP dengan Presiden Jokowi.
Agaknya, ke depan, keretakan hubungan antara PDIP dengan Jokowi makin sulit dipulihkan…

