JAKARTA (Sketsa.co) — Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara mengundurkan diri sebagai kader PDI Perjuangan pada Senin (15/1) karena memilih mengikuti langkah politik Presiden Joko Widodo.
Tercatat sebagai salah satu Ketua DPP PDIP, putra politisi senior PDIP Sabam Sirait (almarhum) itu sebelumnya pernah menduduki kursi di DPR selama tiga periode, yakni 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019.
Ara tak menjawab bakal berlabuh ke partai mana setelah cabut dari PDIP. Dia hanya mengatakan akan bergabung mengikuti langkah politik Presiden Jokowi. Saat ini Ara diketahui turut terlibat dalam proses pembangunan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur.
Baca juga: Ke Mana Muara Wacana Pemakzulan Presiden Jokowi…
Keluarnya Ara menambah daftar politisi PDIP lainnya yang sebelumnya hengkang dari partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut karena berbeda pilihan dalam mendukung pasangan capres-cawapres, yakni Budiman Sudjatmiko.
Budiman, mantan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang pernah melakukan perlawanan terhadap rezim Orde Baru di medio 1990-an itu, kini terlibat dalam tim sukses duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mantan anggota DPR periode 2014-2019 itu meyakini sosok Prabowo sebagai pemimpin yang dibutuhkan Indonesia di masa mendatang.
Hal Biasa
Sesungguhnya tak ada yang luar biasa dengan keluarnya Maruarar Sirait atau Budiman Sudjatmiko dari PDIP. Hal serupa juga kerap terjadi di partai lainnya.
Hanya, kasus Maruarar Sirait dan Budiman Sudjatmiko menjadi menarik karena keluarnya dua sosok itu dari PDIP terkait dengan perbedaan pilihan dukungan politik dalam Pilpres 2024.
Jika Budiman terang-terangan lebih mendukung Prabowo Subianto sebagai capres daripada Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, maka Maruarar sejauh ini tak menyatakan segamblang itu. Namun, dengan diksi memilih “mengikuti langkah politik Presiden Jokowi”, tak bisa lain hal itu diasosiasikan dengan pengalihan dukungan Ara ke duet Prabowo-Gibran.
Apakah keluarnya Ara, juga Budiman, akan berdampak cukup serius terhadap kinerja PDIP di Pemilu 2024, baik pemilu legislatif maupun pilpres? Spekulasi ini rasanya terlalu jauh dan berlebihan.

